JOMBANG - Warga Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang mengaku mencurigai tingkah laku Sukirno sebelum dicokol petiugas Densus 88 Antiteror pada Sabtu sore.
Kepala Desa Curahmalang Wahid menjelaskan sejumlah tingkah laku yang mencurigakan di antaranya melakukan pengajian di dalam rumah secara tertutup.
“Warga sekitar tidak boleh mengikuti pengajian tersebut,” kata Wahid saat ditemui wartawan di Jombang, Minggu (12/12/2010).
Tingkah laku lainnya, Sukirno kerap dijemput oleh orang tidak dikenal menggunakan kendaraan. “Dia (Sukirno) selalu beralasan untuk pergi mengaji,” tuturnya.
Secara pribadi, tambah Wahid, warga asli Curahmalang tersebut dikenal sebagai sosok yang tertutup.
“Pekerjaan Sukirno hanya serabutan. Dia pernah jualan ikan, tas, dan pernah bekerja di perusahaan pengolahan lembah almunium,” paparnya.
Sebelumnya Densus 88 menangkap Sukirno di rumahnya pada Sabtu sore sekira pukul 17.00 WIB. Dalam penangkapan ini, Sukirno tidak melakukan perlawan. Sehingga warga sekitar tidak mengetahui penangkapan tersebut.
(Kemas Irawan Nurrachman)