MEDAN - Petugas Densus 88 Anti-Teror menggelar rekonstruksi perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Aksara Medan, Sumatera Utara. Sebanyak tiga tersangka dibawa ke bank tersebut dengan pengawalan ketat Kepolisian.
Ketiga tersangka tersebut adalah Marwan alias Wak Geng, Pamriyanto alias Suryo, dan Beben alias Samson yang dibawa langsung oleh tim Densus 88 dari Tahanan Brimob, Kelapa Dua, Jakarta. Dalam rekonstruksi tersebut, mereka melakukan 21 adegan.
“Rekonstruksi ini dilakukan sesuai dengan keterangan yang diberikan tersangka dalam penyidikan BAP oleh penyidik Densus. Rekonstruksi ini juga untuk melengkapi BAP sebelum diserahkan kepada Kejaksaan,” jelas Wakil Direktur Reskrim Polda Sumut AKBP Mashudi yang hadir dalam rekonstruksi tersebut, Minggu (9/1/2011).
Rekonstruksi dibagi menjadi dua bagian, yakni di dalam bank sebanyak delapan adegan dan di luar bank 12 adegan. Sedangkan, satu adegan dilakukan di warnet di kawasan Medan Sunggal yang merupakan lokasi merencanakan aksi perampokan.
Ketiga tersangka itu memperagakan adegan-adegan dalam aksi perampokan yang terjadi pada 18 Agustus 2010 lalu itu, termasuk saat menembak petugas jaga Brimob Polda Sumut Manuel Simanjuntak yang meninggal dalam kejadian itu.
Sementara peran tersangka lain yang telah tewas dalam penyergapan di kawasan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, beberapa waktu lalu, diperagakan oleh pemeran pembantu dari pihak kepolisian.
Pelaksanaan rekonstruksi yang dipimpin Kombes Pol Eddi Hartono dari Densus 88 ini disaksikan kuasa hukum para tersangka dan jaksa. Sedangkan petugas Polda Sumut dan Polresta Medan memberikan pengawalan ketat, termasuk dengan menyiagakan satu unit kendaraan perintis Barracuda dari Brimob Polda Sumut.
(Dian AF)