Dikecam, Dokter Ahli yang Tinggalkan Aceh

Salman Mardira, Jurnalis
Rabu 12 Januari 2011 15:40 WIB
wordpress (ilustrasi)
Share :

BANDA ACEH – Sikap para dokter ahli yang kompak meninggalkan Kabupaten Aceh karena insentif bulanan mereka dikurangi, menuai protes. Mereka dinilai mengabaikan etika kedokteran.
 
Praktisi kedokteran dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, dr. Andalas menilai, sikap ditunjukkan dokter ahli bertugas di RSU Yulidin Awai, Tapaktuan itu bertentangan dengan sumpah profesinya.
 
“Kalau meninggalkan daerah sah-sah saja. Tetapi kalau sampai meninggalkan tugas seperti yang di Aceh Selatan secara etika dan sumpah kedokteran sikap itu sudah melanggar,” kata dia kepada okezone di Banda Aceh, Rabu (12/1/2011).
 
Aksi protes dilancarkan karena insentif mereka dikurangi dinilai wajar, sejauh tak menganggu tugas utamanya, melayani kesehatan masyarakat.
 
“Mereka wajar protes karena kalau bekerja di kota-kota besar dokter ahli itu bisa mendapat Rp30 sampai 50 juta perbulan,” sebut Andalas.
 
“Namun, mereka seharusnya paham juga dengan kemampuan keuangan daerah, yang mungkin menjadi alas an pengurangan isentif,” lanjut Wakil Direktur bidang pelayanan di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh yang juga pengajar di Fakultas Kedokteran Unsyiah.
 
Pengunduran diri dadakan delapan dokter ahli itu dinilai sanga tak bijak, karena hanya merepotkan manajemen RSU untuk menyiapkan pengganti mereka. “Mencari dokter ahli itu agak susah, karena kebanyak dokter ahli lebih suka bekerja di kota besar,” kata Andalas.
 
Pemkab Aceh Selatan, menajemen RSU Yulidin Awai dan para dokter ahli diminta bernegosiasi, untuk menyudahi masalah itu. “Karena yang jadi korban kalau masalah ini dibiarkan adalah masyarakat,” ujar dia.
 
Direktur RSU Yulidin Awai, Tapaktuan, Akmal Jawardi mengatakan, pelayanan kesehatan di RS itu tetap berjalan seperti biasa, meski semua dokter ahli sudah pergi dari Aceh Selatan.
 
“Pelayanannya tidak berpengaruh, karena kita masih punya dokter umum. Pasien-pasien saat ini ditangani dokter umum dan mereka selalu berkomunikasi melalui telepon dengan dokter-dokter ahli,” ujarnya saat dihubungi okezone.
 
Pihaknya sudah mengimbau agar dokter ahli kembali bertugas di RSU tersebut. “Sudah dua kali diimbau dan diharapkan kalau tidak ada halangan minggu depan mereka sudah masuk lagi,” kata dia.
 
Akmal mengaku sedang mengadakan pertemuan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh serta pihak lain, untuk mencari solusi terkait masalah ini.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, delapan dokter ahli di RSU Yulidin Awai kompak tak berdinas lagi dan meninggalkan Aceh Selatan, karena Pemkab setempat mengurangi insentif mereka dari Rp17 juta perbulan pada 2010, menjadi Rp8 juta perbulan pada tahun ini.

(TB Ardi Januar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya