Beras Bantuan Bencana Itu Berkutu

Andi Aisyah, Jurnalis
Rabu 19 Januari 2011 02:07 WIB
Berkutu (Andi)
Share :

MAKASSAR - Puluhan paket dalam kantongan hitam berjejer di salah satu ruangan Kantor Lurah Rappokalling. Bantuan itu berisi paket bantuan bagi korban bencana puting beliung di Kelurahan Rappokalling, yang terjadi Minggu 14 Januari lalu.

Seorang mahasiswa KKN Profesi berjas merah mendatangi Okezone sembari berbisik, "Kak, lihat di lantai banyak kutu beras. Itu berasal dari paket bantuan dalam kantong plastik hitam yang di dalam itu. Kasihan Kak, masa korban bencana diberikan
beras berkutu," jelas mahasiswi yang tak mau disebutkan namanya ini.

Sesaat Okezone mendekat dan membuka satu demi satu deretan kantongan itu. Setiap kantong berisi paket beras, sebotol sambal instan, sebotol kecap instan dan dua bungkus mie instan. "Lihat Kak, kutunya jalan-jalan keluar. Mereka mengotori lantai. Kami harus berkali-kali menyapu untuk membersihkan lantai ruangan ini. Paket ini dari Dinas Sosial Kota Makassar Kak," ujar seorang mahasiswa lainnya.

Paket itu ditujukan bagi para korban bencana puting beliung di Rappokalling yang merusak 39 rumah dan satu musala. Rerata rumah itu atapnya terbang dalam kejadian yang kurang dari dua menit. Saat Okezone meninjau lokasi, para pemilik rumah sedang
membersihkan barang-barang mereka yang bisa diselamatkan.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Ibrahim Saleh saat dikonfirmasi Selasa (18/1/2011) membantah pihaknya menyalurkan beras berkutu kepada para korban. Menurutnya, beras itu diambil langsung dari gudang Dinsos. "Kami membersihkan beras itu sebelum didistribusikan," terangnya.

Namun saat Okezone memperlihatkan foto beras berkutu yang dimaksud. Ibrahim berusaha mengelak dengan kalimat, "Saya tak bisa berkomentar. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, sepertinya itu beras campuran antara yang baru dengan lama."

Ibrahim mengungkapkan, beras yang didistribusikan itu berisi lima liter/kantongan. Menurutnya untuk korban puting beliung di Kecamatan Tallo, pihaknya mendistribusikan hingga 10 ton beras. "Stok beras kami di gudang kosong sekarang. Beras itu masih stok 2010. Mungkin memang tercampur di gudang sampai berkutu," pungkasnya.

Di kesempatan berbeda. Salah seorang warga Rappokalling Syamsuddin (53) menngaku melihat sebagian kejadian bencana itu. "Saya lihat atap musala itu terbang. Saya lihat ada angin mendekat dengan kecepatan tinggi. Saya sudah pasrah dengan
rumah Saya. Untunglah hanya sedikit atap yang terbang," terang warga Jl Naja' Dg Nai, tempat di mana Musala Al-Hidayah ikut rusak.

Syamsuddin berharap pemerintah tanggap memberikan bantuan yang sesuai kebutuhan warga. Menurutnya, bahan bangunan adalah bantuan yang paling dibutuhkan demi memperbaiki rumah mereka.

Bencana alam puting beliung dan banjir di Kecamatan Tallo itu merusak 159 rumah yang tersebar pada delapan kelurahan. Kedelapan kelurahan itu adalah Tallo 46 rumah, Tammua 8 rumah, Lembo 23 rumah, Rappokalling 39 rumah, Suangga 56 rumah, Pannampu banjir, Rappojaya 21 rumah dan Ujung Pandang Baru 3 rumah.

Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar telah turun langsung ke lokasi melakukan peninjauan seraya memberikan bantuan. Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur turun bersamaan Senin kemarin. Sayangnya, bantuan itu tercederai dengan kutu beras.

(Dadan Muhammad Ramdan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya