Keraton Bentuk Tim Periksa Keaslian Wayang

Septyantoro Aji Nugroho, Jurnalis
Jum'at 18 Februari 2011 21:05 WIB
Tim dari Keraton Surakarta berdiskusi di Museum Radya Pustaka Solo. (Dok: Sun TV)
Share :

SOLO - Keraton Surakarta membentuk tim peneliti untuk memeriksa keaslian wayang peninggalan Raja Surakarta Pakubuwomo X yang menjadi koleksi Museum Radya Pustaka Solo.

Menurut Ketua Tim, Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Satryo Hadinagoro, selain memeriksa keaslian wayang, tim juga memberikan masukan kepada Komite Museum, sebagai pihak pengelola, untuk melengkapi semua koleksi dengan data-data yang lebih lengkap.

“Di sini tidak ada data-data mengenai asal usul serta kegunaannya, sehingga orang yang datang ke Museum Radya Pustaka tidak mendapatkan pengetahuan dan pendidikan. Mereka hanya sekadar melihat-lihat saja,” ucap Satryo, Jumat (18/2/2011).

Terkait dugaan wayang palsu, Satryo mengatakan bahwa tidak ada wayang asli atau palsu. Menurutnya wayang dikatagorikan berdasarkan waktu pembuatan, yakni zaman kuno dan zaman baru. Sedangkan dalam pemeriksaan tim peneliti dari Keraton Surakarta, kemarin, mereka mengaku menemukan delapan wayang koleksi yang dibuat pada zaman baru dan bukan peninggalan Raja Pakubuwono X.

Kedelapan wayang tersebut adalah wayang putri dalam cerita Mahabharata seperti Dewi Kunthi, Larasati, Sinta, Srikandi, Sembodro, serta Dewi Banowati. Hal ini terlihat dari pewarnaan wayang yang menggunakan brom dan bukan dari prada emas.

“Saya kecewa dengan pengelolaan museum ini, seharusnya komite ini membentuk pengelola dan bukan justru mengelola museum. Sebenarnya dulu sudah ditemukan adanya kasus seperti ini dan sudah dilaporkan kepada Wali Kota Solo, tetapi tidak pernah ditanggapi,” tambah Satryo.

Pengelola museum, lanjut dia, seharusnya terdiri dari perwakilan keraton, akademisi, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) serta budayawan. Meskipun mengaku kecewa, tetapi dia tidak akan menarik kembali benda-benda yang dulunya menjadi milik Keraton Surakarta.

“Tujuan pendirian Radya Pustaka pada masa Pakubuwono X memang dimaksudkan agar masyarakat dapat secara bebas melihat koleksi keraton. Kalau masih berada di dalam keraton masyarakat tidak akan sebebas di museum ini,” katanya lagi.

Sementara itu Sekretaris Komite Museum Radya Pustaka Solo, Djaka Darjata, mempersilakan pihak Keraton untuk memeriksa keaslian koleksi museum. Hal ini juga ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Solo, Purnomo Subagyo.

“Kalau pihak Keraton Surakarta terlibat dalam pemerikaan koleksi museum silakan. Semakin banyak yang terlibat justru semakin baik sehingga bisa dipastikan keaslian koleksi Museum Radya Pustaka,” ungkap Purnomo.

(Dian AF)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya