JAKARTA - KH Maulana Kamal Yusuf terpilih sebagai rais syuriyah dan H Djan Faridz sebagai ketua tanfidziyah PWNU DKI untuk periode 2011-2016 dalam konferensi wilayah (Konferwil) NU DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Konferwil ini diikuti oleh enam PCNU se-Jakarta yang berlangsung dinamis.
Dalam tausiyahnya, Kamal Yusuf berharap agar dapat berjuang dengan penuh keikhlasan dan mampu berkorban untuk NU, bukan mengorbankan NU dengan mendasarkan perjuangan pada akhlakul karimah.
"Kita harus mampu mengutamakan NU diatas kepentingan pribadi untuk menghidupkan dan membesarkan NU ini," katanya dalam keterangan pers yang diterima okezone, Minggu (20/2/2011).
Kamal menambahkan, beberapa sektor yang harus mendapatkan prioritas di DKI Jakarta ini menurutnya adalah sektor pendidikan dan dunia usaha. Program pemberantasan korupsi juga harus menjadi tujuan dalam membangun bangsa.
"Kita juga berharap dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, terutama korupsi. Kita harus turut bagian dalam upaya pemberantasan korupsi," katanya.
Senada dengan Kamal, Djan Faridz berharap mendapat dukungan dari seluruh warga NU DKI dalam mengelola organisasi. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang mewakili DKI Jakarta ini memiliki target agar berdiri kepengurusan NU sampai di tingkat RW.
"Kalau ada pengurusnya, ada plangnya, pasti nanti ada kegiatannya. Mudah-mudahan saya bisa amanah menjalankan ini," tuturnya.
Dia juga mengatakan, di masa kepemimpinannya, NU DKI Jakarta akan memberdayakan umat, di antaranya bidang pendidikan, keagamaan. "Yang semuanya berujung pada kesejahteraan umat NU," ujarnya.
Terkait dengan posisinya sebagai anggota DPD, Ketua Caretaker Slamet Effendy Yusuf menjelaskan, hal ini tidak melanggar aturan jabatan publik sebagaimana diatur dalam AD/ART NU karena posii DPD mewakili wilayah, bukan mewakili konstituen. Dia berharap agar NU DKI Jakarta dapat menjadi 'Rumah Besar' bagi jamaahnya untuk bersama-sama bergerak memberikan perannya kepada bangsa ini.
"Sebagai ormas terbesar, harus mengokohkan dan meneguhkan kembali peran serta kontribusinya kepada bangsa ini. Lebih terhormat lagi kalau NU tampil sebagai sumber inspirasi dalam menjawab tantangan dan menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan secara nyata," tandasnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)