Jari Bayi Putus, RS Global Medika Salahkan Pasien

Hasan Kurniawan, Jurnalis
Senin 07 Maret 2011 22:01 WIB
ILustrasi (Foto: Ist)
Share :

TANGERANG - Rumah Sakit (RS) Global Medika Tangerang atau RS Awal Bross balik menyalahkan pasiennya, Maureen Angela (8 bulan),  karena tidak bisa diam setelah diberikan cairan bicnat yang menyebabkan jari kelingking kanannya putus sebanyak dua ruas.

Wakil Manajemen RS Awal Bross Dr Elisabet mengatakan, setelah diberikan cairan bicnat, terjadi rembesan yang merusak jaringan kulit kelingking kanan Maureen dan membuat jari tersebut membusuk hingga harus dilakukan operasi plastik dan putus dengan sendirinya.

"Gerakan anak tidak bisa kami kontrol. Gerakan anak seperti apa tidak bisa kami larang. Pada saat itu terjadi rembesan dan merusak jaringan di sekitarnya dan terjadi pada ujung kelingking kanannya," terangnya dalam jumpa pers di RS Awal Bross, Senin (7/3/2011).

Untuk itu, pihak rumah sakit enggan memberikan dana kompensasi maupun meladeni gugatan keluarga pasien yang menuntut rumah sakit membayar ganti rugi sebesar Rp3,5 miliar. Karena menurut mereka, tindakan itu sudah sesuai dengan prosedur pengobatan di rumah sakit. "Tindakan itu sudah tepat dan sesuai prosedur. Tidak unsur malapraktik," jelasnya.

Namun pernyataan rumah sakit itu dibantah keluarga pasien. Linda Kurniawati (33), ibunda korban mengatakan, sangat tidak mungkin anaknya melakukan gerakan yang sedemikian keras. Sementara saat masuk ke rumah sakit kondisi badannya kejang dan agak tegang. "Mana mungkin anak saya banyak bergerak, badannya saja kaku kok dibilang bergerak-gerak," bantahnya.

Maureen masuk RS Global Medika Tangerang, pada 16 Nopember 2010 lalu, karena mengalami sakit panas, batuk, pilek dan diare yang disertai kejang. Sesampainya di rumah sakit, Maureen diberikan cairan infus bicnat. Diduga tidak tepat menyuntikkan jarum ke pembuluh darah dengan dosis tinggi, tangan Maureen mengalami luka bakar dan membuat jaringan kulit kelingking kanannya mati hingga berwarna biru keunguan.

Setelah itu, Maureen menjalani operasi plastik jaringan kulit mati. Namun, setelah dioperasi kondisi tangan Maureen bukan membaik dan semakin parah. Kulit di jari telunjuk Maureen ketarik ke atas dan dua jari tengahnya menjadi rapat. Sedang jari kelingkingnya putus dua ruas dan kulitnya ketarik hingga tulangnya mengangkat.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya