PROBOLINGGO - Gunung Bromo hingga kini terus menunjukkan aktivitasnya. Material vulkanik terus dikeluarkan setiap kali meletus.
Walau skala letusan tidak besar, namun dalam sebulan terakhir gunung purba ini telah 1.000 kali meletus.
Berdasarkan pantauan Pos Pemantau Gunung Bromo di Cemoro Lawang, Minggu (20/3/2011), intensitas letusan Gunung Bromo masih tinggi yang ditandai dengan gempa tremor terus menerus.
Amplitudo maksimum gempa tremornya berkisar 15 hingga 30 milimeter dan mengeluarkan material abu vulkanik ke arah timur atau timur laut.
Erupsi yang selama ini terjadi memang tetap mengeluarkan material abu, dan kerikil pijar dengan jatuh di sekitar kaldera atau kawah Gunung Bromo. Sedangkan material abunya juga masih menutup sejumlah desa di sekitarnya, dan terbawa angin ke wilayah Probolinggo, Jember, dan Lumajang.
Rekap pengamatan Pos Pantau Gunung Bromo mencatat jumlah letusan dari tanggal 15 Februari hingga 20 Maret 2011, telah terjadi 1.060 kali letusan dengan mengeluarkan material pijar setinggi 200 meter.
Pihak pengelola Gunung Bromo tetap melarang wisatawan mendekat ke dalam radius dua kilometer, karena material pijar sangat berbahaya. "Pengunjung hanya diperbolehkan menyaksikan di Pos Pandang Cemoro Lawang atau jarak aman radius 3 kilometer dari bibir kawah," ujar petugas Pos Pantau Gunung Bromo, Mulyono.
Para wisatawan dan warga juga diimbau berhati-hati melewati di sekitar Bromo, karena licin setelah terkena hujan. Selain itu diminta tetap menggunakan masker untuk menjaga kesehatan.
(Hariyanto Kurniawan)