GMNI Sesalkan Manuver Alumni

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis
Kamis 24 Maret 2011 00:01 WIB
Share :

JAKARTA - Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menduga adanya tekanan dari elit maupun oknum tertentu dalan kongres GMNI ke-XVII di Balikpapan, 21-26 Maret. Terkait hal tersebut, Presidium GMNI mendesak panitia kongres untuk menyelesaikan beberapa persoalan yang muncul sebelum mengambil keputusan.
 
"Kami Presidium GMNI mengajak seluruh kader yang berperan dalam Kongres kali ini untuk menyelesaikan berbagai persoalan sebelum memutuskan untuk melanjutkan proses Kongres, sehingga pada akhirnya Kongres GMNI ke-XVII dapat berjalan dengan sukses dan demokratis" ujar Ketua Presidium Komite Hubungan Internasional, Bambang Wijaksono dalam rilisnya kepada okezone, Rabu (23/3/2011).
 
Presidium GMNI, lanjutnya, juga mengajak seluruh kader yang berperan dalam kongres kali ini untuk tetap berada pada rel perjuangan yang telah digariskan oleh amanat Ideologi, karena sejatinya pemilik sah organisasi adalah seluruh kader aktif dan bukan para oknum alumni serta para petualang politik.
 
"Kami menyesalkan oknum PP alumni GMNI yang mendukung salah satu calon ketua Presidium. Dukungan itu dinilai berimbas pada ketidakharmonisan di tubuh presidium GMNI,"ungkapnya.
 
Persoalan lain yang diminta diselesaikan oleh presidium GMNI tersebut adalah terkait kebijakan sepihak yang diambil oknum panitia nasional. Kebijakan tersebut, kata mereka, diambil tanpa sepengetahuan anggota presidium.
 
"Pada praktiknya kemudian kepanitiaan yang lain hanya dijadikan alat legitimasi dalam rapat-rapat kepanitiaan maupun rapat-rapat Presidium, karena pada dasarnya kebijakan sudah diambil secara sepihak dan hanya tinggal pengkondisian 'ketuk palu' dan sosialisasi semata pada berbagai rapat," paparnya.
 
Pengelolaan dana kongres juga mendapat sorotan. Dana anggaran kepanitiaan dinilai tidak transparan dan terbuka, baik terkait dana yang telah diterima maupun dana yang telah digunakan. Ketua Presidium GMNI Rendra Falentino sebelumnya kepada pers mengatakan total anggaran untuk kongres mencapai 1,75 miliar, terdiri dari 1,5 miliar bantuan dari APBD Kalimantan Timur dan sisanya bantuan tidak mengikat dari berbagai sumber.
 
Panitia kongres juga dinilai melakukan manipulasi, diskriminasi dan nepotisme dalam menentukan peserta kongres. "Hal ini dapat dilihat dari dihalang-halanginya wakil tertentu untuk mengikuti kongres, "katanya.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun okezone, seluruh perwakilan cabang GMNI saat ini sudah berada di lokasi kongres. Pemilihan ketua presidium diperkirakan akan berlangsung Sabtu (26/3) malam.(abe)

(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya