Warga Mulai Takut Beli Produk Impor

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Sabtu 26 Maret 2011 03:06 WIB
Warga Jepang berkomunikasi dengan kerabat yang dikarantina karena radiasi. (Foto: Reuters)
Share :

DEPOK - Masyakarat mulai khawatir membeli daging, sayuran, maupun produk olahan impor, menyusul kian meluasnya dampak radiasi nuklir di Jepang. Salah satu produk yang dikhawatirkan adalah ikan laut kemasan.

Menurut beberapa konsumen, secara kasat mata ikan Salmon yang dijual di beberapa pasar swalayan kini warna berubah menjadi sedikit pucat. Padahal sebelumnya, ikan salmon berwarna merah segar.

“Saya enggak jadi beli. Kok agak beda dengan biasanya. Warnanya tidak semerah biasanya. Saya juga khawatir ikan salmon ini terkena radiasi. Walaupun katanya ikan dari Norwegia tapi saya tetap takut,” kata Salma (51), warga Kecamatan Beji, Depok, Jumat (25/03/2011).

Hal senada diungkapkan Rahman (45), seorang pengusaha makanan seafood. Dia juga mengaku takut, namun karena sangat memerlukan ikan dan daging segar, dia tetap menggunakan bahan makanan impor.

“Memang agak takut, tapi saya enggak ada pilihan karena saya berjualan nasi goreng seafood yang bahan dasarnya ikan dan daging segar. Tapi jadi lebih selektif,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar swalayan. Sidak dilakukan untuk mengetahui adanya produk makanan asal Jepang yang diduga terpapar radiaktif.

“Untuk itu kami meminta Kementrian Perindustrian dan Perdagangan serta Kementrian Kesehatan agar bersikap tegas dan jelas agar kami dapat mengevaluasi lebih lanjut,” kata Nur Mahmudi.

Pemerintah Kota Depok, kata dia, juga meminta kepada pengelola pasar swalayan agar menempelkan surat perihal tanggal pengiriman produk. Termasuk untuk jenis daging segar. Hal itu dilakukan guna memberi informasi kepada konsumen agar mereka tidak khawatir untuk membeli produk tersebut.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya