DENPASAR- Meski tengah menikmati kebahagiaan, namun Martin Eric Stephen (34), terpidana seumur hidup penyelundupan 8,9 kilogram heroin ke Bali yang akan menikah di Lapas Kelas II A Denpasar, Kerobokan, menolak kehadiran media asing.
Permintaan warga negara Australia itu disampaikan kepada Kapala Lapas Kerobokan, Siswanto.
“Itu permintaan yang bersangkutan, tentunya kami harus hargai itu. Jadi bagi media asing tidak diperkenankan meliput acara ini,” kata Siswanto kepada okezone di sela persiapan pernikahan Eric dengan wanita pujaannya, Cristine.
Anehnya, Eric justru membuka pintu bagi media lokal dan nasional untuk mendokumentasikan pernikahan dan resepsi yang berlangsung di penjara terbesar di Bali itu.
Agar tidak kecolongan, kata Siswanto, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ketat selama digelarnya pernikahan ketiga kalinya yang digelar di Lapas Kerobokan.
“Semua wartawan harus menunjukkan kartu identitasnya, baru boleh masuk kecuali wartawan media asing,” tegas Siwanto.
Disinggung soal alasan Eric Stephen menolak kehadiran media asing, Siswanto enggan menjelaskan lebih jauh, pihaknya hanya memfasilitasi. “Itu kan haknya, kami harus hormati privacy mereka," ucapnya.
Sebelumnya, Siswanto membenaran rencana pernikahan Eric Stephen anggota kelompok "Bali Nine" dengan Cristine, gadis asal Semarang, Jawa Tengah. Mereka akan melangsungkan pernikahan di gereja Lapas yang akan digelar pukul 10.00 Wita hari ini.
Dijelaskan Siswanto, pernikahan warga binaan di Lapas yang dipimpinnya adalan untuk ketiga kali, sebelumnya dua warga binaan juga melangsungkan pernikahan di Lapas terbesar di Bali itu. Sedangkan acara resepsian merupakan kali pertama digelar di Lapas Kerobokan.
(Dian AF)