PAMEKASAN- Diduga memiliki ilmu santet tujuh warga Dusun Lembenah, Desa Jembringin, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (23/4/2011) pagi melakukan sumpah massal, layaknya sumpah pocong.
Peristiwa itu berawal dari kematian warga desa setempat yang dicurigai akibat ilmu teluh atau santen. Warga mecurigai tujuh warga, masing-masing Mansur A Safik, Bardi, Munawwar, Juli, Salli, dan Musili memiliki ilmu santet.
Mansur dan enam rekannya membantah dan berani melakukan sumpah massal di salah satu rumah warga dipimpin oleh ulama ternama dari Kecamatan Proppo, KH Ali Karrar Sin Haji.
Saat sumpah dimulai, Kepala Desa Jembringan Djunaidi di hadapan warga mengaku, bahwa isu santet tidak hanya menimpa satu orang saja.
"Silakan naik, siapa saja warga yang dirasanin oleh warga memiliki ilmu santet. Biar semuanya bisa jelas dan tidak ada lagi tuding menuding," katanya.
Semua warga yang merasa dituduh pun maju untuk disumpah. Sebelum ketujuhnya mengucapkan sumpah, KH Karrar menerangkan sebab dan akibat jika sumpah dilaksanakan.
"Siapa yang bersumpah karena dunia, maka akan ada lima ancaman yang akan diterima. Yakni tak selamat di akhirat, tidak ada rahmat, tidak ada welas asih, tidak diampuni dosanya di akhirat, serta di dalam neraka akan ada siksaan yang sangat sakit," ujarnya.
Namun, jika tetap berani disumpah dan tidak mengakuinya, maka akan ada kesengsaraan yang akan datang. Seperti tidak selamat dunia akhirat, tidak akan mempunyai sandang dan pangan serta mendapat bala dari nabi, Alquran, serta wali.
"Tapi juga perlu diingat, jika sumpah ini sudah dilaksanakan dan oleh warga tetap dituduh memiliki ilmu santet, menyuruh orang menyantet dan lain sebagainya maka akan ada yang namanya balik sumpah," ujarnya.
Menurut KH Karrar, balik sumpah merupakan balasan kepada warga yang masih tetap menuduh seseorang yang sudah disumpah. Dan hal ini juga akan mendapatkan kesengsaraan yang sama.
Usai mendengarkan penjelasan dari KH Karrar, ketujuhnya disumpah di hadapan Alquran.
“Saya bersumpah di depan ulama dan tokoh masyarakat. Demi Allah, saya saat ini mengucapkan sumpah dan pernyataan dengan jujur. Demi Allah yang maha agung, saya tidak punya sihir dan tidak pernah melakukan sihir dan tidak pernah menyuruh orang melakukan sihir seperti apa yang disangkakan kepada kami,” kata mereka menirukan ucapaan KH Karrar.
Usai sumpah dibacakan, ratusan warga langsung bersalaman dengan ketujuh warga dituding memiliki ilmu santet.
(Dede Suryana)