DENPASAR- Saat insiden penghentian mobil Gubernur Bali oleh pengendara motor besar (moge) dalam "Ngurah Rai Tour 2011" ternyata ada Jenderal Purn Rusmanhadi dan Staf Ahli Presiden SBY dalam rombongan moge.
Saat menyampaikan permintaan maaf lewat media massa kepada Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Safety Officers IMBI Bali M Rifan juga mengatakan jika dalam rombongan terdapat sejumlah pejabat penting.
Rifan menyebutkan, turut dalam rombongan konvoi moge tersebut pejabat penting seperti mantan Kapolri Jenderal Purnawirawan Rusman Hadi, staf khusus Presiden SBY bernama Irfan, dan sejumlah periwira tinggi Polri lainnya.
Bahkan atas insiden saat mobil gubernur dipaksa berhenti di Jalan Desa Luwus Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan, pada Sabtu 23 April lalu, Ketua Umum IMBI Pusat, Jenderal Purn Rusmanhadi juga meminta maaf.
"Bapak Rusmanhadi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan Bapak Gubernur Bali pada saat didahului oleh peserta Ngurah Rai Tour 2011," kata Ketua Panitia Munas dan Jambore IMBI Bali 2011, Anak Agung Putu Ngurah Bagiarta, di Denpasar, Senin (25/04/2011).
Bahkan atas ulah para bikers yang dinilai arogan dan berlebihan, jajaran IMBI Bali selain meminta maaf juga siap menanggung akibat atas insiden tersebut.
"Kami di IMBI siap dibina dan 'dijewer' oleh gubernur. Tegurlah kami, seperti layaknya hubungan bapak dan anak," katanya menegaskan.
IMBI juga tidak akan melakukan pembelaan diri atas insiden tersebut. "Kami tak akan membela diri, karena kami memang salah," ungkapnya.
IMBI Bali akan mendukung langkah Gubernur Bali yang akan melakukan pendataan terhadap jumlah Moge di Bali termasuk untuk menertibkan moge yang diduga Bodong, tidak memiliki surat-surat resmi maupun tidak membayar pajak.
(Kemas Irawan Nurrachman)