PROBOLINGGO- Gunung Bromo masih terus menunjukkan peningkatan aktivitas. Sempat terjadi letusan kecil dan peningkatan gempa tremor. Namun kondisi ini tidak mempengaruhi rutinitas warga sekitar.
Pasalnya abu Bromo cenderung ke arah barat atau Kota Malang serta Pasuruan.
Berdasarkan panttaun di Desa Cemoro Lawang, Ngadisari, dan Wonotoro, Kamis (28/4/2011) pagi, warga masih melakukan aktivitas seperti biasa yakni pergi ke sawah untuk ke dalang sayur mayur.
Bahkan meski terjadi letusan, Rabu kemarin, lokasi wisata tercantik di Jawa Timur ini, masih terbuka untuk umum.
Hanya saja pengunjung hanya diperbolehkan sampai di Pos Pandang Cemoro Lawang atau 2 kilometer dari bibir kawah utama.
Berdasarkan pengamatan Pos Pantau Gunung Bromo Cemoro Lawang, Probolinggo, Gunung Bromo masih berstatus Siaga atau level 3. Erupsi masih terus terjadi.
“Aktivitas masih terus meningkat. Dari kawah masih mengeluarkan abu dan pasir dan terbawa angin umumnya ke barat, ke Malang juga ke Pasuruan,” ujar Petugas Pos Pantau Gunung Bromo Cemoro Lawang, Muhammad Subhan.
Dia menambahkan, asap pekat dengan kekuatan sedang hingga kuat setinggi 400- 600 meter dari bibir kawah.
Tak ada yang bisa memastikan kapan erupsi Bromo berakhir. Aktivitas cendrung naik turun atau fluktuatif sejak meletus November tahun lalu.
Karakter letusan gunung eksotik ini vertikal sehingga material pasir dan kerikil yang dikeluarkan akan jatuh kembali ke kawah atau sekitar kaldera. Sehingga ancaman korban jiwa bisa diminimalisir. Kondisi ini berbeda dengan Gunung Merapi di Yogyakarta.
(Dian AF)