MAKASSAR- Seorang pemuda di Makassar nekat membacok seorang petugas Kepolisian karena ditegor tidak memakain helm saat mengendarai sepeda motor.
Ini terjadi ketika rombongan Ahad pulang dari berunjuk rasa di depan kantor DPRD Maros. Saat itu rombongan mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm dan membawa senjata tajam.
Melihat ada keganjilan, Aiptu Rahim menghentikan rombongan di sekira 1 kilometer dari Gedung DPRD. Lantaran tidak terima dengan penyetopan tersebut, pimpinan rombongan Ahad langsung menyabet Rahim dengan parangnya.
Aiptu Rahim mendapat tusukan di bagian leher dan tebasan parang di dada sampai jatuh tersungkur. Puluhan aparat Kepolisian yang melihat kejadian tersebut langsung menuju lokasi penyerangan.
Bukannya mereda, massa yang berjumlah empat orang tersebut justeru mengamuk dan secara membabi-buta menyabet senjata tajamnya ke arah aparat. Petugas berusaha menangkis sabetan parang itu memakai tameng bambu panjang.
Beberapa polisi pun segera menembakkan senjata api ke udara. Namun Ahad cs seperti tidak takut terhadap peringatan itu dan terus menyerang. Karena terus diserang, polisi pun mengarahkan timah panas ke arah Ahad hingga tewas.
Akibat kejadian bentrokan ini tiga polisi terluka. Di pihak lain, dua rekan Ahad terluka parah dan saat ini dalam kondisi koma di rumah sakit setempat.
Seorang rekan Ahad lainnya sempat melarikan diri, tetapi akhirnya tertangkap anggota Polres Maros dan segera diamankan. Sementara itu, Aiptu Rahim, yang sebelumnya ditebas juga tewas.
(Kemas Irawan Nurrachman)