Bamsat: Pemerintahan SBY Lebih Pro ke China

Stefanus Yugo Hindarto, Jurnalis
Jum'at 20 Mei 2011 13:15 WIB
Bambang Soesatyo (dok.okezone)
Share :

JAKARTA- Pernyataan Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsat) terus menuai kritik. Tapi, Bamsat kembali menegaskan kritiknya terhadap Menteri perdagangan Mari Elka Pangestu sama sekali tak menyinggung Suku, Agama dan Ras (SARA).

“Saya perlu meluruskan terkait tudingan isu sara. saya sampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan Mari Pangestu, pemerintahan SBY, yang lebih pro China. Ketimbang kepentingan rakyat Indonesia,” kata Bambang Soesatyo kepada okezone, Jumat (20/5/2011)

Menurut anggota komisi III itu, jadi sebenarnya, bukan soal rasis. “Tapi pembicaraan saya ditujukan lebih kepada 'negara China' yg selalu diuntungkan dari kebijakan rezim ini,” katanya.

Pada pemerintahan saat ini, lanjut Bambang, SBY mengakomodasi menteri bukan dari kualitas, tapi jasa partai politik dan keterwakilan suku serta ras. Makanya tak heran ada Menteri Perdagangan seperti Mari Elka Pangestu yang lebih pro pada China

“Demi bangsa ini, saya hanya minta dia (Marie Pangestu) lebih nasionalis. Agar kebijakan dan sepak terjangnya sebagai pejabat negara mendahulukan kepentingan nasional dan melindungi industri dalam negeri. Bukan asing. Termasuk China,” tegas Bambang.

Sementara Itu, mantan Anggota DPR yang juga warga keturunan Tionghoa Alvin Lie mengatakan, Mari Elka Pangestu mengamini pernyataan Bambang Soesatyo. Menurut Alvin, Mari Elka memang dinilai terlalu berpihak kepada negara tirai bambu tersebut.

"Menurut Saya, pernyataan Bambang Soesatyo bukan ditujukan kepada warga Tionghoa, tetapi lebih kepada Mari Elka Pangestu yang menurut saya memang terlalu berpihak ke China," kata Alvin.

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya