Baasyir: Ubaid Disiksa Densus untuk Menjerat Saya

Ray Jordan, Jurnalis
Rabu 25 Mei 2011 10:57 WIB
Abu Bakar Baasyir (Foto: Heru/Okezone)
Share :

JAKARTA - Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAR) Abu Bakar Baasyir menuding Densus 88 telah melakukan rekayasa bahkan menyiksa Lutfi Kaidaroh alias Ubaid untuk menjerat dalam sejumlah aksi teror di Tanah Air.

Baasyir merujuk pada sembilan pernyataan Ubaid yang isinya meralat seluruh pengakuan dirinya kepada penyidik tentang keterlibatan Baasyir dalam kasus perampokan di Bank CIMB Niaga, Medan dan pelatihan militer di Aceh.

Pengasuh Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo ini, bahkan memasukan sembilan pernyataan Ubaid dalam pembelaan (pledoi) yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2011).

“Kesalahan-kesalahan saya (yang disebut Ubaid), pertama dia mengatakan kepada penyidik atau Densus bahwa Medan akan dijadikan Irak kedua. Kedua Ubaid mengatakan kepada penyidik bahwa ikhwan-ikhwan berencana melakukan aksi pembebasan Toni Togar (terduga teroris di Medan). Ketiga mengatakan kepada penyidik bahwa Fadli Vadama adalah pemimpin aksi-aksi amaliah di Medan,” sebut Baasyir dalam pledoinya.

Keempat, lanjutnya, Ubaid menyebut Baasyir mendapat 20 persen dari hasil perampokan di Bank CIMB. Kelima, menyatakan kepada penyidik bahwa Baasyir pernah menyatakan boleh membunuh polisi, keenam, bahwa Ubiad siap siap menjadi saksi Baasyir kemudian dibatalkan, ketujuh, Ubaid menulis buku yang berisi dalil dan sejarah fai dan diserahkan kepada Densus. Ubaid kemudian menarik balik dan membatalkan keseluruhan buku tersebut.

Kedelapan, Ubaid akan menulis buku berjudul Embrio Teroris di Indonesia, namun janji hanya untuk menipu Densus agar mau memberi Ubaid fasilitas dan harta duniawi. Kesembulan Ubaid mengaku berhubungan baik dengan Densus dari proses penyidikan di Polda Sumut. Sejak pernyataan itu Ubaid memutuskan hubungan kepada Densus.

“Padahal itu tidak benar dan merupakan rekayasa. Ubaid sudah membantah dan buat sembiln pernyatan itu. Inilah pengakuan seorang yang direkayasa Densus setelah disiksa secara biadab untuk menjerat saya,” tegasnya.

Karenanya, Baasyir menduga, hukuman yang ditimpakan kepada dirinya sudah ditargetkan bukan berdasarkan bukti-bukti yang jelas. Dia juga yakin semua dakwaan JPU tentang dirinya bukan untuk menegakkan keadilan melainkan untuk mengejar target ahar saya ditahan meskipun dengan bukti dan saksi yang direkayasai. “Ini Untuk menghentikan dakwah saya yang dianggap berbahaya oleh firuan dan antek-anteknya,” tandasnya.

Dalam Pledoinya, dia juga kembali membantah telah melakukan pertemuan rahasia dengan Dulmatin untuk mengatur latihan militer di Aceh.

“Saya tidak kenal Dulmatin, tidak pernah lihat wajah dia kecuali di koran atau televisi. Maka pertemuan rahasia dengan dia tidak pernah ada. Pertemuan dengan dengan siapa saja, saya selalu ditemani staf inti saya meski rahasia. Dan sebagaian besar waktu saya selalu di luar kota,” jelasnya.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya