JAKARTA - PMI Kota Ternate mengerahkan tiga personel Satgana ke lokasi banjir. Banjir datang setelah hujan turun terus turun selama tiga hari berturut-turut.
Akibatnya, terjadi aliran air yang cukup deras pada jalur sungai mati di wilayah Ternate Selatan, Provinsi Maluku Utara. Jalur sungai ini kemudian meluap hingga ketinggian satu meter.
Personel Satuan Penanganan Bencana (Satgana) Pusat PMI Kota Ternate, Kamis (26/5/2011), melaporkan bahwa wilayah yang terkena dampak banjir terparah adalah Kelurahan Kayu merah di Ternate Selatan. Tercatat, ada 34 rumah warga tergenang banjir, tiga rumah warga rusak berat, dan 37 KK diungsikan sementara ke lokasi aman.
“Kami melakukan pendataan awal dampak bencana lalu bergabung dgn Dinkes setempat dan memberikan layanan kesehatan kepada para korban banjir. Banyak dari mereka mengalami kedinginan karena semalaman diguyur hujan dan terendam dalam genangan banjir selama proses evakuasi,” ujar Rosihan, personel Satuan Penanganan Bencana (Satgana) Pusat PMI Kota Ternate, yang juga berprofesi sebagai tenaga medis, seperti tertulis dalam rilis yang diterima okezone.
Layanan kesehatan dari PMI Kota Ternate sudah menjangkau 37 KK korban banjir. Di antara mereka ada tujuh balita, tiga wanita hamil, dan enam manula. Kebanyakan dari mereka kedinginan karena kehujanan, cuaca yang masih lembab pascabanjir, dan menderita ISPA.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)