Sebelum Ricuh, Pedagang Sering Dipalak Oknum Pengurus RW

Catur Nugroho Saputra, Jurnalis
Jum'at 03 Juni 2011 21:40 WIB
Ilustrasi
Share :

JAKARTA - Penyerangan terhadap pedagang di Jalan Kelapa Sawit, Utan Kayu Selatan, Matraman di yang berujung pada putusnya tangan kiri Urip Sunarto ternyata program dari Ketua pengurus RW baru yang diketahui bernama Suyono.

Andrianus (31) warga setempat mengatakan, penggusuran ini di lakukan lantaran di sekitar Jalan Kelapa Sawit tersebut kerap terjadi kemacetan parah terutama pada jam pulang kantor. Namun, pedagang merasa keberatan bila dilakukan penggusuran terhadap mereka.

Pasalnya, mereka setiap harinya mengaku sudah memberikan iuran kepada seorang pria yang mengaku sebagai pengurus RT/RW setempat.

"Pedagang ditaman Brompek sering dimintai uang oleh Kuocun yang warga sekitar. Kuocun meminta uang mengatasnamakan RT dan RW, dua ribu sampai tiga ribu rupiah," katanya di lokasi, Jumat (3/6/2011).

Aksi perlawanan tersebut lanjut Andrianus sangat wajar, lantaran mereka para pedagang sudah berjualan di areal tersebut sejak tiga tahun lalu. Kemungkinan pedagang akan sepi setelah pembacokan. Korban yang dibacok bernama urip sunarto alias bewok 45 tahun merupakan pengurus ranting PDIP.

Sementara itu, Nurcahyo (32) warga lainnya menuturkan, pungutan yang dibebankan kepada para pedagang tidak hanya kisaran dua ribu sampai lima ribu rupiah bahkan ada yang hingga jutaan rupiah. "Ada yang dipungut uang bulanan sebesar dua juta," kata Nurcahyo.
 
Dia juga menambahkan, aksi pengusiran terhadap pedagang ini sudah dilakukan sebanyak tiga kali sejak Rabu 1 Juni 2011 lalu.

Sebelumnya, Urip Sunarto alias Bewok (45), seorang tukang bubur terluka parah terkena bacokan oknum pengurus RW di Jalan Jalan Kelapa Sawit, Utan Kayu Selatan, Matraman. Korban yang diketahui sebagai pengurus ranting PDIP itu mengalami luka bacok di bagian leher sebelah kiri dan pergelangan tangan kiri putus. (put)

(Hariyanto Kurniawan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya