JAKARTA - Polri menanggung seluruh biaya operasi penyakit radang payudara tersangka kasus pencucian uang Melinda Dee di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, tindakan menanggung biaya tersebut wajar sebagai konsekuensi Polri menahan Melinda. "Itu risiko Polri karena masih menahan Melinda, kalau sudah dilimpahkan jadi tanggung jawab kejaksaan," terangnya kepada okezone, Kamis (9/6/2011).
Namun demikian, memang ada kesan diskriminasi terhadap tahanan yang bukan dari kelompok atas. Kalau rakyat jelata yang luput dari pengawasan media, tidak akan seperti Melinda dalam merespons.
IPW justru menyayangkan lambannya penanganan kasus tersebut karena hingga saat ini belum dilimpahkan ke kejaksaan akibat bukti yang belum cukup. "Polisi sulit mendapatkan laporan dari orang yang dirugikan Melinda. Mereka mungkin takut lapor polisi, karena malu atau boleh jadi takut nantinya asal-usul uang tersebut disoal," terang dia.
Menurut Neta, sebenarnya polisi dapat mengejar siapa saja yang menjadi korban dari Melinda yang katanya petinggi di Polri dan tentara melalui kerja sama dengan PPATK. "Dengan PPATK ini semestinya bisa bergerak cepat," ujarnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)