JAKARTA - Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Ciangir, Tangerang, masih terganjal kesepakatan dengan daerah penunjang. TPST ini merupakan salah satu alternatif tempat pembuangan sampah di luar kota, selain Bantar Gebang, Bekasi.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna mengatakan, DKI telah membeli lahan seluas 96 hektare. Luas tersebut mampu menampung sebanyak 3.000 ton sampah per hari. Sementara, diperkirakan sampah DKI yang akan masuk ke Ciangir, hanya sekira 1.000 ton per hari.
"Agar tidak mubazir, kami akan bekerjasama dengan wilayah lain agar TPST tersebut juga dapat digunakan," kata Eko di Jakarta, Jumat (10/6/2011).
Untuk itu, Dinas Kebersihan DKI menjalin kerja sama dengan daerah penyangga di sekitar Ibu Kota, salah satunya yakni Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Saat ini Pemerintah Kota Tangerang sudah menyepakati kerja sama. Namun untuk Pemerintah Tangerang Selatan masih belum ada kesepakatan.
"Kendalanya ada di dua pemerintah kota tersebut. Kalau Jakarta welcome saja," imbuhnya.
Dikatakan Eko, untuk pembangunan TPST seperti yang di Bantar Gebang, diperlukan dana investasi sebesar Rp700 miliar. Sementara biaya operasional sebesar Rp200 ribu per ton. Namun Pemprov DKI hanya mampu Rp100 ribu per ton. Dengan besarnya biaya itu, maka Pemprov DKI perlu menggandeng wilayah lain.
"Tangerang berkomitmen memasok 700 ton sampah per harinya," imbuhnya.
Nantinya TPST Ciangir, akan menampung sampah-sampah dari wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Tangerang. Saat ini volume sampah di DKI mencapai 6.595 ton per hari. Angka ini meningkat dibanding pada 2009 yang hanya 6.200 ton sampah. Dari 6.595 ton, sepertiganya merupakan sampah jenis plastik dan kertas.
Kedua jenis sampah itu dikirim ke tempat pengolahan akhir sampah (TPAS) di Marunda dan Sunter, Jakarta Utara, serta Cakung-Cilincing di Jakarta Timur.
Sementara, TPST Bantar Gebang yang mempunyai luas sekira 110 hektare, hanya mampu menampung 5.300 ton sampah per hari. "Untuk itu, kita perlu penambahan TPST agar semua sampah di DKI dapat terangkut," tutupnya.
(Dadan Muhammad Ramdan)