JAKARTA - Kementerian Pertahanan RI melakukan kerjasama dengan Kementrian Pertahanan Arab Saudi. Kerjasama tersebut guna meminimalisir persoalan yang sering terjadi antara Indonesia dan Arab Saudi.
"Ini pertama kali, kami menanggap penting karena ini merupakan start awal kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi," ujar Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementrian Pertahanan, Jakarta, Senin (20/6/2011).
Dari kerjasama pertahanan ini, lanjut Sjafrie, diharapkan kedua negara bisa saling memahami dan persoalan-persoalan yang terjadi antara Arab Saudi dengan Indonesia.
"Dari sini kita bisa berkembang saling memahami antar kedua bangsa jadi masalah-masalah residu yang mungkin bisa terjadi secara sosial dan politik bisa kita cairkan. Kita cairkan dengan kerjasama pertahanan ini," imbuhnya.
Selain itu, lanjut Sjafrie, sebenarnya pihak Arab Saudi sudah menunggu kerjasana ini selama 20 tahun, namun baru terealisasi tahun ini.
Kerjasama ini, lanjutnya, merupakan satu akses untuk menghilangkan persoalan-persoalan sosial dan politik yang kerap terjadi diantara kedua negara.
"Dia (Wamenham Arab Saudi ) adalah keponakan Raja, dia mengatakan bahwa sudah menunggu lama hubungan ini terjalin. Mereka mengatakan sebetulnya kami sudah menunggu 20 tahun," tutur Sjafrie menirukan ucapan Wamenhan Arab Saudi Prince Ali.
Saat ditanya rekan-rekan wartawan mengapa kerjasama ini ada setelah adanya kasus Ruyati?
"Saya juga baru dikasih tahu Prince Ali, tapi sebetulnya hubungan itu sudah ada tapi tidak diformalkan. TKI salah satu bagiannya," ungkapnya.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)