KARANGANYAR- Upacara bendera lengkap untuk kali pertama, akhirnya digelar Yayasan Perguruan Al Irsyad Al Islamiyah Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (18/7/2011) pagi.
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, diikuti oleh seluruh siswa, guru, TNI, Polri, serta pejabat di lingkungan kabupaten.
Sebelumnya sempat terjadi negosiasi antara aparat keamanan dan belasan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang mendatangi lokasi sejak pukul 06.30 WIB.
Mereka meminta agar anak-anak tidak dipaksa untuk melakukan penghormatan bendera. Setelah mendapat penjelasan, anggota FPI pun mundur dari kompleks sekolah.
Upacara pun dimulai dan berlangsung dengan khidmat, namun saat pengibaran bendera sebagian dari para siswa tidak melakukan penghormatan.
Sementara di luar kompleks sekolah, anggota FPI melakukan aksi dan meneriakkan takbir secara bersahutan. Sementara para pegawai pemerintah yang mengikuti upacara terus memperkeras nyanyian Indonesia Raya, sembari hormat bendera.
Para pegawai ini berada di jalan depan sekolah, karena halaman Al Irsyad tak mampu menampung banyak orang. Dalam amanatnya, inspektur upacara menyampaikan pentingnya pendidikan kebangsaan.
“Oleh karena itu saya sudah menginstruksikan pada satuan pendidikan, untuk melakukan pendidikan Pancasila kepada anak didik kita. Diharapkan dengan pendidikan Pancasila sejak dini, generasi penerus akan memiliki rasa cinta Tanah Air yang tinggi,” ujar Rina dalam amanatnya. Usai upacara bendera, anak-anak segera digiring untuk masuk ke kelas.
Pihak sekolah pun merasa senang atas perhatian yang diberikan pemerintah. Kepala SD Al Irsyad, Sarwo Edi, berterima kasih atas perhatian ini.
“Sekolah kami sekolah itu sekolah pinggiran, jadi kami senang atas perhatian yang diberikan pemerintah,” tutur Sarwo kepada wartawan.
Sarwo juga menyatakan permasalahan ini telah selesai. Mengenai kelanjutan dari upacara ini, sudah ada petunjuk yang diberikan dari pemerintah.
“Sudah ada petunjuk mengenai upacara bendera. Mengenai kelanjutannya, saya belum bisa mengatakan. Namun yang pasti permasalahan ini sudah selesai,” pungkasnya.
Polemik penolakan ini mencuat, setelah ada pidato dari Bupati Karanganyar mengenai dua sekolah yang tidak hormat bendera. Sementara itu satu sekolah lainnya, SD IST Al Albani Matesih, sudah bersedia melakukan penghormatan bendera. Upacara bendera juga sudah rutin dilakukan, setiap hari Senin di sekolah tersebut.
(Kemas Irawan Nurrachman)