BANDUNG- Sejumlah petinggi Komando Resimen Mahasiswa (Mahawarman) Jawa Barat, mendatangi Markas Mahawarman di Jalan Surapati Nomor 29 Bandung.
Pantauan okezone, Rabu (20/7/2011), para anggota menwa sudah mendatangi Mahawarman sejak pukul 11.00 WIB. Namun tidak ada pengamanan dari pihak Kepolisian.
Sebelumnya sekira pukul 10.00 WIB, ada beberapa polisi yang berjaga. Namun pukul 11.30 WIB, polisi yang berada di depan gerbang Maharwaman meninggalkan lokasi.
Di pagar Mahawarman tampak spanduk bertulisan “Tegakkan supremasi hukum demi kokohnya NKRI”. Di bagian kiri atas spanduk terlihat lambang menwa sebuah garuda yang disilang senapan dan pisau. Di bawah lambang itu ada tulisan “Widya Castrena Dharma Sidha”.
Tepat di bagian depan rumah, terdapat spanduk berisi tulisan berwarna merah "Tanah dan banunan ini dalam sengketa. Terdaftar di Pengadilan Negeri Bandung Nomor 287/PDT/G/2011/ PN Bandung.”
Lahan dan bangunan yang disengketakan merupakan rumah dan bangunan di Jalan Pasupati, setelah Jembatan Pasupati dari arah Jakarta menuju Bandung.
Sengketa terjadi antara Kodam III/Siliwangi dan Maharwaman. Kodam ingin rumah tersebut dikosongkan dan direlokasi ke Jalan Sri Wijaya 3 Cimahi.
"Kita menolak relokasi karena kami sejak sudah tinggal di sini sejak 1966, sudah 45 tahun. Tapi tiba-tiba kami disuruh keluar atas dasar surat Kasad," kata Komandan Resimen (Danmen) Maharwaman Jabar Djoni Widjdja Alwi, kepada wartawan di Kantor Maharwaman.
(Kemas Irawan Nurrachman)