BANGKALAN- Arya Cahya Mulyana (6), pendaki gunung cilik asal Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, mulai kehabisan bekal. Untuk menaklukkan 3 gunung yang tersisa, dari 10 gunung yang ditarget, rombongan Arya berangkat dengan modal pas-pasan.
M Zainal, salah satu tim pendamping Arya, menyatakan dirinya masih dalam perjalanan menuju Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan perjalanan darat, naik bus dari terminal Purabaya Surabaya. Dia terpaksa memesan dua tiket, karena dana atau uang yang ada pas-pasan.
“Kebetulan yang berangkat tiga orang,yakni saya, Arya, dan bapaknya. Tapi beli tiket cuma dua, Arya terpaksa kami pangku bergantian. Habis bekal sudah mulai menipis,” ujarnya, saat dihubungi kemarin.
Zainal menjelaskan, keberangkatan dirinya dan Arya sebenarnya sudah tertunda. Dari agenda awal untuk berangkat Minggu 17 Juli lalu, terpaksa harus berangkat dari tempat transit sementara di Jalan Karang Empat, Surabaya, kemarin.
Selain dalam rangka pemulihan fisik, dia mengaku juga masih mencari dana dari beberapa pihak. Beruntung, menurut dia, masih ada beberapa orang yang mengulurkan tangan sehingga bisa dibuat beli tiket bus.
Terlepas dari dana yang tersedia pas-pasan, dia mengaku tetap optimis untuk menaklukkan tiga gunung yang tersisa yakni Rinjani, Agung (Bali), dan Semeru (Jawa Timur).
“Kalau dari segi fisik, Arya sangat siap dan tidak ada kendala. Cuma dana kami terbilang seret, sehingga harus pintar-pintar mengatur anggaran dana yang tersisa,” tegas Zainal.
Dia berharap ada uluran tangan dari berbagai pihak, paling tidak dalam membantu biaya selama perjalanan menuju tiga gunung yang tersisa. Apalagi cita-cita Arya dengan menaklukkan 10 gunung tersebut, merupakan hal yang luar biasa dan menjadi kebanggaan tersendiri buat propinsi Jawa Timur.
“Sebenarnya, ada satu lagi yang diinginkan oleh Arya, yakni masuk MURI (Museum Rekor Indonesia). Berhubung tidak ada dana, terpaksa ditunda dulu,” tambahnya.
(Kemas Irawan Nurrachman)