Pemkot Bandung Akui Kecolongan Kasus Gizi Buruk

Iman Herdiana, Jurnalis
Rabu 27 Juli 2011 22:27 WIB
Keiza Yuliani, penderita gizi buruk di Bandung (Foto: Iman H/okezone)
Share :

BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung kecolongan atas kasus gizi buruk yang menimpa Keiza Yuliani (4) warga Kota Bandung.Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda berjanji akan menanggung biaya perawatan Keiza.

"Kita rawat. Kita optimalkan peran masyarakat dalam perawatan (Keiza)," kata Ayi, saat menengok Keiza di rumahnya Jalan Braga Gg Affandi RT 03/04 Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/7/2011).

Ayi mengimbau, supaya masyarakat melaporkan temuan kasus anak terlantar, kurang giji, hingga gizi buruk ke pihaknya.

Untuk kasus Keiza, terjadi karena penyakit dan tidak mendapat perawatan semestinya. Akibat sakitnya, Keiza tidak bisa menelan sehingga dia mengalami gizi buruk.  "Kita rumuskan supaya Keiza dirawat di rumah sakit," ujar Ayi.

Selama ini Keiza dirawat kakeknya, Ayat. Namun Ayat harus merawat istrinya Yuyu yang juga sakit. Sehingga perawatan terhadap Keiza tidak bisa maksimal.

Nutrisionis Puskesmas Tamblong yang pernah merawat Keiza, Umi Susanti mengungkapkan bahwa Keiza memang mengalami kekurangan gizi. Tumbuh kembang Keiza jauh berada di bawah standar WHO yang idealnya anak seusia Keiza memiliki berat badan 15 kilogram. Namun Keiza hanya memiliki berat badan 6,6 kilogram.

Gizi buruk yang dialami Keiza, lanjut Umi, sebenarnya dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya oleh penyakit bawaan sejak lahir, yakni meningitis.

"Sejak usia 11 bulan Keiza menderita meningitis. Ini masalahnya kompleks," sebut Umi, di tempat yang sama.

Pihaknya juga telah menawarkan supaya Keiza dirawat di rumah sakit. Dengan alasan tidak ada yang menunggui, Keiza batal dirawat di rumah sakit.

"Kita sudah tawarkan dua kali supaya Keiza dirawat di rumah sakit," kata Umi.

Bahkan pihaknya sudah menyediakan kader ibu asuh untuk merawat Keiza. Ibu asuh bertugas untuk membemberian makanan tambahan (PMT) yang hingga kini masih berlangsung. "Jadi bantuan juga sudah ada dari pemerintah," tambahnya.

Dia membantah, jika gizi buruk yang diderita Keiza terjadi sejak dalam kandungan. Menurutnya, masalah Keiza cukup kompleks termasuk soal orangtuanya. Intinya, Keiza termasuk anak KTD (kelahiran tidak diinginkan).

Maka dengan kondisi saat ini, Keiza sulit sembuh kembali. "Untuk bisa normal kembali sulit," tambahnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya