JAKARTA - Pembongkaran bangunan di sepanjang Banjir Kanal Timur untuk pembangunan trase kering sudah terlaksana sekira 90 persen.
Penertiban yang dilakukan sejak, Senin 25 Juli 2011 lalu, sudah berhasil menyasar 160-an bangunan dari total keseluruhan 176 bangunan di 11 kelurahan di Jakarta Timur.
"Ini berarti tinggal 16 bangunan lagi yang belum kami tertibkan dan rencananya akan ditertibkan Jumat besok," kata Kepala Satpol PP Jakarta Timur, Sarpu saat ditemui wartawan Kamis (27/7/2011).
Sarpu mengatakan ke-16 bangunan yang belum dibongkar ini terletak di Kelurahan Cipinang Besar, Pondok Bambu, Ujung Menteng, dan Polu Gebang. "Pembongkaran ini dilakukan karena akan dibangun trase kering BKT," ujarnya.
Menurut Sarpu, semua bangunan yang di bongkar sudah dibayarkan pemerintah sejak tahun 2009. Namun, banyak dari pemilik bangunan yang masih bertahan dan tidak membongkar bangunannya. "Kita akan terus melakukan pembongkaran karena warga sudah mendapatkan ganti rugi dari pemerintah,"tambahnya.
Terkait beberapa bangunan yang bermasalah, lanjut Sarpu kami akan membongkarnya paling lambat 1 Agustus besok.
"Bangunan itu antara lain Pesantren Rahmatusyifa di Pulogebang, rumah milik H Rasuki di Ujung Menteng dan milik mantan petinju nasional Marasal Hutabarat di Cipinang Besar Selatan, paling lambat 1 Agustus ditertibkan,"paparnya.
(Muhammad Saifullah )