JAKARTA- Mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen (Purn) Nugroho Jayusman mengatakan bahwa persoalan pengemis jalanan yang menjamur di saat bulan suci perlu diatasi secara serius. Merebaknya pengemis jalanan adalah tamparan buat pemerintah daerah. Hal tersebut membuktikan tidak tersedianya lapangan pekerjaan.
"Jadi begini pengemis dadakan kita tidak yakin betul ini pengemis, ini dijadikan peluang. Ini masalah lapangan pekerjaan yang kurang. Seharusnya ini jadi cambuk bagi pemerintah daerah agar lebih aktif, sehingga kewajiban pembangunan untuk meningkatkan pekerjaan dapat terpenuhi," kata Nugroho saat berbincang dengan okezone, Senin (1/8/2011).
Dia menambahkan tidak sepakat jika masalah pengemis hanya diselesaikan dengan razia. Karena razia hanya menghilangkan sejenak pengemis, tanpa memberikan solusi. "Itu sifatnya sporadis, akar permasalahan intinya terjadi pengemis dadakan ada lapangan pekerjaan yang kurang, sehingga hari ini seperti ini, mereka belum tentu miskin," imbuhnya.
Pemerintah seharusnya sigap memotong rantai-rantai jaringan pengemis yang memiliki kelompok-kelompok. Dan bertanggung jawab dengan permasalahan ini.
"Tentu pencegahan harus komunikatif ke kordinator pengemis, dijelaskan bahwa pekerjaan seperti ini tidak baik. Pemerintah juga berikan alternatif pekerjaan yang dapat di jalankan," tandasnya.
Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan melihat, ada orang yang sengaja menjadikan pengemis sebagai usaha jalan pintas mencari uang. Kehadiran pengemis disebabkan salah satunya karena kegagalan negara untuk mensejahterakan rakyatnya.
Seperti yang diketahui di bulan suci Ramadhan, biasanya pengemis jalanan jumlahnya bertambah banyak di Ibu kota Jakarta. Mereka banyak beroperasi di terminal, lampu merah, stasiun hingga tempat-tempat ibadah.
(Stefanus Yugo Hindarto)