Merak Masih Macet, Kinerja Kemenhub Dipertanyakan

Bagus Santosa, Jurnalis
Selasa 02 Agustus 2011 07:13 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Kemacetan terus mewarnai lalu lintas barang dan manusia di Pelabuhan Merak, Banten. Dikhawatirkan situasi ini akan menjadikan harga barang melonjak menjelang Lebaran.

Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hakim mengaku prihatin dengan keadaan ini. Menurutnya kejadian ini merupakan indikasi kelalaian upaya mengantisipasi lonjakan kendaraan di Merak.

"Penundaan (penyeberangan) tentu tidak akan ditanggung oleh pengusaha, melainkan dibebankan pada masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis kepada okezone, Selasa (2/8/2011).

Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan bahwa pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kurang fokus dalam menangani akar masalah kemacetan di Pelabuhan Merak.

Menurut dia, ada beberapa faktor utama yang menjadi akar masalah terjadinya antrean di Pelabuhan Merak. “Pertama, adalah mengenai pembangunan infrastruktur pemecah gelombang di Dermaga IV dan V. Kedua mengenai tarif yang rasional hingga pengusaha dapat didorong untuk berinvestasi membeli kapal baru yang lebih tahan terhadap gelombang dengan kecepatan jelajah yang lebih tinggi,” ungkap Hakim.

Selain itu, soal tarif penyebrangan juga harus diperhatikan. Menurutnya, langkah penyesuaian tarif ini seharusnya sudah dapat dilakukan sejak dua bulan lalu yang ditentukan dari hasil musyawarah antara pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) dan mendapat persetujuan Kemenhub.

Lanjutnya, dengan tarif yang rasional bagi pengusahaan penyeberangan ini, maka pengusaha tidak ragu lagi untuk berinvestasi, baik dengan membeli kapal baru maupun menyewa dari pihak lain.

“Kinerja Kementerian Perhubungan dalam penanganan masalah di Merak ini, pasti akan menjadi perhatian utama pada masa sidang yang akan datang jika tidak segera diselesaikan,” pungkas Hakim.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya