Anggap Macet Simbol Kemajuan, Hatta Dikecam

Dwi Afrilianti, Jurnalis
Senin 08 Agustus 2011 08:58 WIB
Hatta Rajasa (Foto: Koran Sindo)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, nampaknya harus berhati-hati dengan ucapannya. Dalam kunjungan kerjanya terkait Monitoring Implementasi Kebijakan Ekonomi Kerakyatan di Bandung, kemarin, Hatta sempat melempar pernyataan bahwa kemacetan merupakan simbol kemajuan perekonomian bagi suatu bangsa.

Pernyataan Hatta ini sontak mendapat reaksi keras dari Dewan Transportasi Kota Jakarta.

"Saya sarankan Hatta Rajasa jangan bicara kalau enggak mengerti," kata Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan saat dihubungi okezone, Senin (8/8/2011).

Sebelum melempar pernyataan seperti itu, tandas Tigor, Hatta semestinya menganalisis betul apa penyebab dan apa akibat kemacetan. Ambil contoh seperti kasus kemacetan di Jakarta yang bisa dibilang sangat parah.

Kemacetan, menurutnya, justru merupakan akibat dari pengembangan ekonomi yang tidak efisien.

"Misalnya, Jakarta macet karena banyak penduduk di luar Jakarta menyerbu Jakarta untuk bekerja, sementara tarif tempat tinggal tidak murah dan mereka hanya bisa tinggal di pinggiran, apa bisa itu jadi simbol kemajuan ekonomi?" kritiknya.

Selain itu, lanjutnya, dilihat dari akibat yang ditimbulkan, kemacetan justru makin membebani perekonomian masyarakat, dengan ongkos untuk bahan bakar yang bertambah, risiko kesehatan, dan pemanfaatan waktu yang menjadi tidak efisien karena terbuang sia-sia di jalan.

"Kemacetan itu semakin memiskinkan orang, kalau yang dilihat sebagai indikator kemajuan perekonomian adalah jumlah kendaraan pribadi yang menghiasi jalan raya, jangan salah, beli kendaraan itu mereka sebagian besar kredit," pungkasnya.

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya