JAKARTA - Serangan udara yang dilancarkan Israel terhadap rakyat Palestina selama tiga hari berturut-turut membuat situasi keamanan di Jalur Gaza mencekam. Sedikitnya 15 orang meninggal dunia akibat serangan keji ini.
Ketua MER-C Cabang Gaza, Abdillah Onim, kepada rekan-rekannya di Indonesia mengabarkan selain korban tewas, puluhan orang mengalami luka berat serta belasan rumah luluh lantak akibat serangan Israel.
Ketika Abdillah mengirim pesan ini pada Sabtu pukul 17.14 WIB, dia menceritakan sedang terjadi pelepasan bom baik dari pihak Gaza maupun dari pihak Israel. Beberapa detik sebelum kabar ini dikirim, pihak Gaza telah membalas serangan Yahudi dan mengakibatkan belasan warga Israel mengalami luka-luka.
Hal ini dilakukan setelah sebelumnya Pihak Israel melancarkan serangannya ke bagian timur Gaza. Pagi kemarin, tercatat tiga warga sipil tewas di area perkebunan setelah dihantam roket Israel.
“Korban semakin bertambah dan hitungan detik roket dan sirine ambulans bersmaan. Mohon doanya dari teman-teman, jika kami mati maka mati dalam kesyahidan,” ujarnya.
Komentar Abdillah sempat direspons oleh rekannya di Mer-C. “Siaga saja dan tunggu perintah dokter Jose. Pack satu orang masing-masing satu ransel, tidak lebih. Jadi kalau ada apa-apa tinggal jinjing ransel, Ok.”
Abdillah bersama sejumlah relawan Mer-C saat ini berada di Gaza dengan misi mendirikan rumah sakit Indonesia serta memperjuangkan penghentian blokade Israel.
Sebelum terjadi serangan, para aktivis masih sempat membagi-bagikan sembako hasil donasi donatur di Indonesia kepada warga Gaza. Kegiatan sosial ini dalam rangka peringatan HUT RI ke-6 serta menyemarakkan Ramadan 1432 Hijriah.
(Muhammad Saifullah )