Mengais Rejeki dari Kemacetan di Nagreg

Iman Herdiana, Jurnalis
Minggu 28 Agustus 2011 17:22 WIB
Tukang Ganjal Ban (Foto:Iman/okezone)
Share :

BANDUNG- Musim mudik di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memberikan rezeki tersendiri bagi sebagian orang. Kemacetan di jalur mudik tersebut memunculkan para penyedia jasa pengganjal ban musiman. Jasa mereka biasa digunakan oleh para sopir yang terjebak macet di tanjakan Cikaledong-Garut.

Sejak H-7 para pengganjal ban musiman sudah mangkal di pinggir tanjakan Cikaledong. Makin mendekati puncak arus mudik, para pengganjal ban makin banyak jumlahnya. Usia mereka bervariasi antara 10 hingga 25 tahun.

Saat tanjakan Cikaledong mulai macet, para pengganjal ban biasanya turun ke tengah jalan menawarkan jasanya kepada para sopir.

Salah seorang pemudik, Herman (35), mengaku sangat terbantu dengan adanya jasa para tukang ganjal musiman. "Tanjakannya terlalu tajam, jadi perlu ganjal," kata Herman.

Ujang Solihin (25), tukang ganjal warga sekitar Cikaledong mengaku hampir setiap musim mudik dia menjadi tukang ganjal. Jika mujur, dia bisa membawa pulang Rp200 ribu per hari.

"Ya bayarannya se-dikasihnya saja, lumayan buat Lebaran," kata Ujang.

Tahun lalu, tukang ganjal biasanya mangkal di Tanjakan Bohong dekat Pos Penghitungan Kendaraan Dishub Kabupaten Bandung. Sejak Lingkar Nagreg beroperasi, Tanjakan Bohong menjadi satu jalur dari arah Bandung ke Garut. Maka para tukang ganjal ban pindah ke tanjakan Cikaledong yang panjangnya sekira 200 meter.

Dalam menawarkan jasanya, mereka membawa balok kayu yang dibuat khusus untuk mengganjal ban mobil. Sambil membawa balok kayu yang beratnya sekira lima sampai 10 kilogram, mereka menghampiri mobil para pemudik yang terjebak macet. Biasanya mereka mangkal hingga H+7 Lebaran.

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya