JAKARTA - Panasnya terik matahari tak menyurutkan semangat para pembawa barang di Statiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, untuk membantu para calon penumpang.
Dua sampai tiga orang berseragam hijau terang, menghampiri sebuah taksi yang baru saja masuk stasiun. Belum juga berhenti, rombongan pria berseragam tadi berusaha mendekat sambil menjulurkan tangan, bermaksud membuka pintu belakang taksi yang tampak ditumpangi lebih dari dua orang itu.
"Diangkat barang-barangnya Om, Tante, Rp25 ribu sampai gerbong," ucap Margiono kepada pria setengah baya di dalam taksi.
Setelah sepakat dengan harga yang ditentukan, pria berseragam itu langsung menuju ke bagasi dan langsung mengangkat sebuah kotak besar berukuran 30 cm X 40 cm bersampul coklat. Kotak itu digendongnya dan dimasukkan ke dalam Stasiun Senen.
Itulah keseharian porter (pengangkut barang). Tenaga mereka bisa dibilang cukup dibutuhkan oleh calon pemudik, terutama mengatasi masalah barang bawaan para pemudik.
Namun ditengah suka cita banyaknya ribuan pemudik yang berniat merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman, puluhan porter stasiun, tetap bekerja.
Mereka tak sempat merasakan bahagianya saat Hari Raya bersama keluarga. Berbekal jasa dan tenaga, para porter berharap imbalan dari pengguna jasa kereta api untuk terus bertahan hidup.
(Kemas Irawan Nurrachman)