JAKARTA - Ari Sidik (33), Sekuriti bank sebuah bank negeri punya tugas baru ketika musim mudik tahun ini. Dia menjaga bank tempatnya bertugas yang kini masuk terminal, khususnya Terminal Lebak Bulus. Bank ini beroperasi sejak 26 Agustus 2011 hingga tanggal 4 atau H-7 hingga H+4 Lebaran nanti.
Setiap harinya, hanya ada seorang penjaga, tanpa CCTV dan alat pengamanan yang lain, termasuk senjata. Tapi dia tak takut menjalankan tugasnya. Dia ditugaskan bermalam di Terminal demi menjaga bank ini. Seorang penjaga bertugas selama 12 jam atau dibagi dua shift dalam sehari.
"Saya jaga dari jam 8 malam ke jam 8 lagi pagi," terangnya saat berbincang dengan okezone, Jumat (2/9/2011).
Bank ini buka laiknya jam kerja bank-bank pada umumnya. "Kalau untuk tellernya hanya dari jam 8.00 sampai jam 15.00," katanya.
Dalam Sehari, lanjutnya, transaksi di bank "dadakan" ini mencapai sekira Rp50 juta. "Ada yang nabung, ada yang ngambil tunai, ada yang tukar uang," lanjut ceritanya. Bank "dadakan" ini merupakan bantuan dari bank Cabang di Pondok Indah.
Ari yang telah memiliki dua orang putri ini mengatakan bank ini hanya melayani khusus nasabahnya, selain nasabah tidak diperbolehkan bertransaksi di bank ini. "inang-inang (jasa penukar uang receh, red) juga kita nggak kasih," sambungnya.
Selain teller, Bank ini juga dilengkapi Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan pecahan Rp50.000. Dia rela begadang guna menjaga ATM ini sendirian dan tanpa CCTV (Kamera pengawas). "Nggak ada CCTV ini penjagaan manual. Walau ini terminal, kan banyak polisi di sini, kita nggak takut walau banyak cerita pembobolan ATM di mana-mana," tegasnya.
Namun, dia juga sedikit sedih, Ari yang merupakan warga asli Pondok Gede belum sempat bersilaturahmi dengan keluarga besarnya. "Nanti kalau ini sudah selesai (tanggal 4 September) baru saya keliling ke rumah saudara. Habisnya dari kemarin belum libur," katanya.
Setiap hari Ari berangkat Pukul 16.00 ke Terminal Lebak Bulus untuk melaksanakan tugasnya, menjaga bank "dadakan". "Saya liburnya nanti, saya kan nggak punya kampung, jadi saya minta liburnya belakangan saja, biar yang kampungnya jauh dulu yang libur," tuturnya.
Walau keputusan itu diambilnya, dia juga terkadang sedih. Saat pulang ke rumah, dirinya selalu ditagih pergi liburan oleh anak-anaknya. "Anak saya yang umur 6 tahun selalu ngajakin jalan-jalan, tapi saya bilang, ayah harus kerja dulu ya dek," ceritanya.
Ari bertugas hanya ditemani beberapa bungkus kopi. Dia sendiri tak merokok, hanya satu keluhannya, "Di sini banyak nyamuk," katanya.
(Hariyanto Kurniawan)