LAMONGAN - Lebaran bagi banyak orang adalah saat untuk berkumpul dengan keluarga dan bersilaturahim dengan sanak famili. Tapi tidak bagi Suaji (55), penjaga palang pintu kereta api (KA) di Lamongan, Jawa Timur.
Selama 30 tahun dia tidak bisa menikmati Lebaran karena harus menjaga palang pintu kereta api. Warga Desa Bojoasri, Kecamatan Sukodadi ini selama puluhan tahun mengabdi sebagai penjaga palang pintu kereta api. Selama itu pula ia tak pernah menikmati berlebaran bersama keluarga.
Selama libur Lebaran dia harus tetap menjaga palang pintu untuk menjaga keselamatan penumpang kereta api dan juga pengguna jalan yang melintasi perlintasan kereta api. Meski tak pernah berlebaran bersama keluarga, namun Suaji sangat menikmati pekerjaannya. Kendati gajinya pas-pasan, dia tak pernah mengeluh dan tetap memiliki loyalitas tinggi demi keselamatan pengguna jalan.
Hari-hari Suaji di pos palang pintu disibukkan dengan memeriksa peralatan yang ada. Selain itu dia juga kerap memeriksa benda-benda di sekitar rel kereta api yang bisa menjadi penghambat laju kereta.
Meski terlihat sepele, namun pekerjaan Suaji sangat besar manfaatnya bagi para penumpang kereta api dan pengguna jalan yang melintasi perlintasan rel kereta api. Teledor saat bertugas berarti ancaman bagi banyak jiwa. Untuk itu Suaji selalu meminta doa kepada keluarganya agar selalu lancar saat menjalankan tugas.
(Muhammad Saifullah )