Otonomi Daerah Gagal Membendung Orang Hijrah ke Kota

Dwi Afrilianti, Jurnalis
Sabtu 10 September 2011 13:04 WIB
Share :

JAKARTA- Otonomi Daerah (Otda) yang sejatinya bertujuan memberi kesempatan masing-masing daerah mengembangkan diri, dinilai gagal. Terbukti, arus urbanisasi dalam pengertian orang dari desa berbondong-bondong pindah ke kota terus terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir atau sejak pencanangan Otda.

"Tidak ada yang berubah dari arus urbanisasi hingga saat ini," tegas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief saat Diskusi Polemik Radio Trijaya di Warung Daun, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/9/2011).

Sugiri menjelaskan, ada dua tipe urbanisasi berdasarkan definisi atau pengertiannya. Pertama adalah bagaimana suatu desa dapat berubah menjadi kota, dengan pemekaran aset-aset desa dan infrastruktur yang dimiliki. Tipe urbanisasi berikutnya adalah bagaimana orang dari desa berbondong-bondong pindah ke perkotaan.

Jika Otda diimplementasikan secara benar di setiap daerah, lanjut Sugiri, maka Otda seharusnya berpengaruh dalam percepatan urbanisasi dalam pengertian merubah wajah desa menjadi kota, sehingga penduduknya tak perlu lagi beranjak ke kota.

"Otonomi daerah akan berpengaruh kalau dijalankan dengan benar, termasuk dalam hal pendidikan dan infrastruktur yang dibuat memadai, menjadikan desa sebagai kota," tuturnya.

Sayang, tandasnya, Otda yang nampak bukanlah dari sisi tersebut. Alhasil, orang justru semakin berlomba-lomba meninggalkan desanya.

"Otonomi daerah malah memperlambat pengembangan desa menjadi kota, tatkala pemekaran hanya sebatas kekuasaan, tidak berpikir bagaimana fasilitasnya diperbaiki. Sebaliknya yang terjadi adalah pemikiran bagaimana bisa tinggal di Jakarta," paparnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya