MANADO - Penderita katarak di Indonesia tercatat tertinggi di ASEAN. Hal itu terungkap dalam pertemuan dokter mata seluruh Indonesia di Manado, Sulawesi Utara kemarin.
Ratusan dokter spesialis mata se-Indonesia menggelar pertemuan ilmiah ke-36 di Manado. Pertemuan tersebut membahas tingginya penderita kebutaan di Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Nila F Muluk. Dalam sambutannya, Nila menyebut jumlah penderita kebutaan di Indonesia masih tinggi.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kebutaan saat ini mencapai 1,5 persen atau 2 juta orang dari total penduduk Indonesia. Angka satu persen itu tercatat sebagai angka tertinggi di negara ASEAN. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Bangladesh (1%), India (0.7%), dan Thailand (0.3%) dari total jumlah penduduknya.
Nila menambahkan, penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah penyakit katarak , glaukoma, kelainan refraksi dan faktor usia. Selain itu Indonesia memiliki kecenderungan menderita katarak lebih cepat dibanding penderita di daerah tropis lainnya.
(Ferdinan)