CIREBON - Keluarga salah seorang DPO kasus bom di Mapolresta Cirebon, Jawa Barat, terkejut mendengar kabar Heru Komaruddin ditangkap Densus 88 Antiteror di Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu 8 Oktobrer lalu.
Istri Heru, Retno, Senin (10/10/2011), mengatakan sejak bom di Masjid Al Dzikra, kompleks Mapolresta Cirebon enam bulan lalu, Heru sudah tidak pernah datang ke rumah mertuanya di Kelurahan Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.
Bahkan Retno ditinggal suaminya dalam kondisi hamil. Usia kandungan Retno kini sudah delapan bulan.
Retno menambahkan, sejak menikah setahun lalu, mereka mengontrak sebuah rumah di Kelurahan Dukuh Semar, Kecamatan Harjamukti, yang bersebelahan dengan kontrakan Musolah, seorang DPO lainnya yang lebih dulu ditangkap Densus 88 Antiteror di pasar malam Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, beberapa bulan lalu.
Heru, kata Retno, merupakan orang yang pendiam dan jarang bergaul dengan tetangganya.
Sebelum bom Cirebon, sehari-hari Heru berjualan bros di pasar, meski kadang menjadi tukang becak.
(Dian AF)