36 Negara Asia-Eropa Bahas Keselamatan Kerja

Misbahol Munir, Jurnalis
Rabu 12 Oktober 2011 20:07 WIB
(Foto: Koran Sindo)
Share :

JAKARTA - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menaketrans) Muhaimin Iskandar mengatakan strategi nasional penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi pokok bahasan utama dalam workshop negara-negara anggota The Asia-Europe Meeting (ASEM) yang diselenggarakan di Yogyakarta saat ini, Rabu (12/10/2011).
 
Menurut Muhaimin, acara tahunan K3 kali ini diselenggarakan secara bersama-sama antara Kementerian Tenaga Kerja Indonesia dan Kementerian Tenaga Kerja Singapura.
 
"Workshop ini merupakan kelanjutan dari Turkey Declaration pada 11 September lalu. Penyadaran dan pembudayaan K3 memerlukan strategi yang berbeda di masing-masing negara. Workshop ini akan merumuskannya," ujar Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam rilisnya kepada okezone, Rabu (12/10/2011).
 
Ketua Umum PKB itu juga menyampaikan bahwa Indonesia sejak awal berkomitmen kuat untuk menjadikan K3 sebagai budaya di dunia usaha.
 
"Indonesia menganggap strategi nasional penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah kunci indikator keberhasilan ekonomi. K3 inheren dan menjadi kekuatan dunia usaha," kata dia.
 
Dia menyadari bahwa masih banyak pengusaha yang menilai K3 sebagai beban usaha dan akan merugikannya. Oleh karena itu pemerintah terus giat mengajak pengusaha untuk mempelajari dan menjadikan K3 justru sebagai investasi.
 
"Investasi khusus justru terletak pada kualitas SDM. Semakin baik dan terjamin kehidupan pekerja maka mengikis beban produksi yang tidak substansial. Pengusaha harus sadar hal ini. Ayo kita perbaiki budaya K3 kita bersama-sama," jelasnya.
 
Lebih jauh Muhaimin berharap ASEM - OSH Workshop kali ini dihadiri oleh 36 anggota dari negara Asia dan Eropa seperti Prancis, Belgia, Jerman, Thailand, Korea, dan China bisa menghasilkan rumusan-rumusan yang impelementatif dan korektif. (sus)      

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya