PONTIANAK - Diduga geram aksi oknum polisi yang cabul, ribuan orang membakar kantor Polsek Kota Simpang Hulu Desa Balai Bekuak, Kabupaten Ketapang dan tiga asrama pagi tadi.
Mereka kecewa dengan lambatnya pengaduan atas ulah oknum cabul yang sudah diadukan warga. Tokoh Pemuda Balai berkuak Hendrikus CH mengatakan laporan tersebut dilakukan sejak Agustus lalu.
“Sudah ada upaya penyelesaian dari tokoh adat, masyarakat," kata Hendrikus Ch saat dihubungi wartawan dari Pontianak, Senin (17/10/2011).
Dia mejelaskan, setidaknya ada tiga laporan terkait tindakan oknum polisi tersebut yakni dugaan tindakan asusila kepada siswi SMP, perawat, dan anak tokoh masyarakat setempat.
Bahkan kabarnya, saat ini beredar video asusila dari oknum itu di sejumlah kalangan masyarakat. "Puncak kekesalan warga kemungkinan pada hari ini sehingga terjadi tindakan seperti itu," kata Hendrikus.
Dia mengungkapkan, dalam peristiwa itu ribuan warga mendatangi Kantor Polsek Simpang Hulu dan menuntut laporan tersebut ditindaklanjuti. "Setidaknya ada satu kantor polisi dan tiga rumah dinas polisi yang rusak," kata Hendrikus.
Sementara itu anggota DPRD Kalbar dari daerah pemilihan Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Mijino, mengaku sangat menyesali terjadinya peristiwa itu.
"Kalau memang ada anggota yang bersalah harus ditindak tegas untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan," kata legislator dari Fraksi Partai Demokrat.
(Kemas Irawan Nurrachman)