Pemerintah Tak Serius Usut Kematian TKW Ernawati

Hasan Kurniawan, Jurnalis
Selasa 25 Oktober 2011 18:15 WIB
Ernawati (Foto: Hasan/Okezone)
Share :

TANGERANG - Masih ingat dengan Ernawati, tenaga kerja wanita yang tewas dibunuh oleh majikannya? Jenazahnya tiba di tanah air, pada Juli 2011 lalu dan dilakukan autopsi ulang.

Pihak keluarga Ernawati menilai pemerintah tidak serius menangani kasus Ernawati. Padahal, berbagai upaya mencari keadilan oleh pihak keluarga terus dilakukan. Namun hasilnya nihil. Sejumlah bukti berupa hasil autopsi jenazah korban pun, sudah diberikan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu). Tapi hingga kini tidak pernah ada tanggapan.

"Bahkan kasusnya sepertinya mandek, kami keluarga semua sudah putus asa mau mencari keadilan kemana lagi," ujar Yenny, kakak korban, kepada okezone, Selasa (25/10/2011).

Ditambahkan Yenny, hasil autopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyatakan 100 persen korban mengalami penganiayaan oleh sang majikan. Bahkan, hasil autopsi itu sudah diberikan pihak Kemenlu. Untuk menenangkan hati keluarga, pihak Kemenlu beralasan kasus ini sedang tahap penyelidikan.

"Almarhumah belum dapat gaji selama dua tahun lebih dan ansuransi. Jadi kemana lagi kami mencari keadilan? Kami betul-betul putus asa memperjuangkan keadilan untuk almarhumah," terangnya.

Jika di dalam negeri saja, pemerintah tidak mau menangani dan membantu keluarga korban dalam mengusut tuntas pembunuhan tersebut. Mencari keadilan di negara para nabi itu hanya menjadi ilusi.

"Sekarang kami harus mengadu kemana lgi ya? Saya cuma menuntut keadilan dan hak-hak almarhumah saja," tambahnya.

Pemerintah, kata Yenny, jelas lepas tangan dalam menangani kasus Ernawati. Padahal, sudah jelas korban merupakan korban praktik perdagangan orang. Dimana saat menjadi TKW, usia masih belum cukup.

"Ya seperti di Arab hukum nya seperti apa? Ya sama dong majikan bunuh pembantu harus di hukum pancung juga dong jangan hanya pembantu yang di pancung," tegasnya.

Pemerintah, tambah Yenny, seharusnya bertanggung jawab atas kematian Ernawati. Sebab, korban berangkat menjadi TKW dengan jalur resmi dan ditempatkan kepada orang yang salah.

Ernawati, ditempatkan bekerja oleh tenaga penyalur di rumah salah seorang mucikari, di Arab Saudi. Selama bekerja, korban tidak mendapatkan hak-haknya. Sebaliknya, korban mendapat siksaan dan percobaan pemerkosaan.

Yenny juga meminta, pemerintah tidak lempar tanggung jawab dalam menangani kasus Ernawati. Dengan menyerahkan sepenuhnya persoalan ini ke pihak Arab Saudi.

(Dede Suryana)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya