Gusti M Hatta: Jadi Menristek Lebih Banyak Diamnya

Iman Herdiana, Jurnalis
Selasa 25 Oktober 2011 18:26 WIB
Gusti Muhammad Hatta
Share :

BANDUNG- Gusti Muhammad Hatta mengaku lebih berat menjalankan tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) daripada menjadi Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) yang dijabatnya saat ini.
 
“Di LH dulu tiap jam ditelepon dan menelepon terkait masalah lingkungan. Kadang masalah selokan mempet ditelepon juga. Saya pernah didemo masyarakat untuk menutup tetapi setelah ditutup didemo juga oleh pihak yang ditutup. Di sini saya lebih banyak berdiam diri. Tapi sama-sama pusing,” ungkap Gusti usai membuka International Seminar Riset on Current Research Progress in Science and Technology (ISSTech) 2011 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/10/2011).
 
Menurutnya, masalah di Kementerian LH lebih berat karena dampaknya lebih dirasakan di masyarakat. Sementara di Kemenristek dampaknya kepada masyarakat relatif kecil. “Di sini agak kurang. Sedangkan maslah lingkungan tiap saat bisa terjadi,” ujarnya.
 
Dia menilai, Menteri LH yang sekarang menjabat cukup bagus. “Saya juga siap mendampingi dan memberi masukan untuk mendorong beliau,” ungkapnya.
 
Terkait program kerjanya yang akan dijalankan di Kemenristek saat ini, Gusti berjanji akan meneruskan program kerja Kemenristek sebelumnya, yaitu menjalankan riset yang sesuai dengan Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025.
 
“Karena saya kerja di pertengahan jalan, saya ingin pastikan program Kemenristek 2012 hingga 2014 jalan sambil mendukung MP3EI,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga konsens terhadap Komisi Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Penelitian Pengembangan dan Penerapan (PPP) Iptek.

Menurutnya, penelitian di Indonesia memang perlu ditingkatkan, terutama dari segi reward peneliti. Maka Gusti juga tengah memikirkan bagaimana supaya reward peneliti di Indonesia ditingkatkan. 
 
“Kita coba cari celah untuk berikan reward supaya peneliti makin berkarya untuk Indonesia. Reward itu tidak harus duit kan, tetapi bisa melanjutkan studi ke luar negeri dan lain-lain,” pungkasnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya