MAKASSAR - Otak intelektual pembakaran kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua kantor camat di Soppeng, Sufirman (45), akhirnya tiba di Bandara Sultan Hasanuddin sekitar pukul 01.15 WITA, tadi malam.
Wajah tersangka nampak kelehahan setelah menempuh perjalanan selama dua jam dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta. Koordinator Kabupaten Tim Pemenangan pasangan calan Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak-Andi Rizal Mappatunru (AKAR) dalam Pilkada Soppeng 2010 itu muncul dari pintu kedatangan bandara dengan tangan terborgol dan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat.
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resort Soppeng, AKBP Rickinaldo. Tersangka yang berprofesi sebagai kontraktor ini diterbangkan ke Makassar setelah ditangkap di rumahnya di bilangan Jakarta Selatan, Sabtu malam (22/10).
Aparat langsung melakukan penangkapan setelah memastikan keberadaan tersangka yang dinyatakan buron sejak satu setengah tahun lalu.
"Tersangka terlibat dalam skenario pembakaran kantor KPU, Kantor Camat Lalabata, dan Kantor Camat Marioriwawo tahun lalu," tegas Rickinaldo saat tiba di bandara.
Tersangka akan diproses di daerah persitiwa pembakaran terjadi. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 187 KUHP tentang pembakaran dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun.
Nama tersangka mengerucut sebagai otak pembakaran setelah 25 tersangka yang telah divonis di Pengadilan Negeri (PN) Soppeng menyebut dirinya sebagai aktor di balik layar.
Tim pemenangan nekat membakar kantor penyelenggara pemilu dan dua kantor camat setelah pasangan AKAR kalah dalam Pilkada.
"Setelah pembakaran, tersangka menghilang di Soppeng sehingga semakin menguatkan keterlibatan dalam kisruh Pilkada Soppeng," ujar Rickinaldo.
Kapolres menegaskan, tersangka pembakaran masih bisa bertambah, apalagi tersangka juga disebut-sebut mendapatkan instruksi dari seseorang. Makanya, jika hasil pemeriksaan memunculkan nama lain maka tersangkanya dipastikan bertambah. (nto)
(Rani Hardjanti)