PEKANBARU- Ratusan warga mendatangai Kantor DPRD Riau di Jalan Sudirman. Massa yang datang dari perwakilan 14 desa Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau menuntut perbaikan jalan, karena daerahnya kini sudah terisolir.
Dalam aksinya masa yang mengatas namakan Gerakan Masyakarat Desa Tertinggal menuntut jalan provinsi yang juga menghubungkan Riau dengan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) karena sudah tidak bisa dilalui dengan kendaraan. Kondisi jalam berlubang dan berlumpur.
Akibatnya 14 Desa menjadi terisolir. Dampaknya yang paling dirasakan adalah terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok yang mencapai lebih 200 persen.
"Jalan di daerah kami sangat parah. Ada sekitar 76 kilometer jalan di Kampar Kiri Hulu hancur. Dan ini sudah berlangsung lama dan tidak ada perbaikan. Untuk itu kita meminta dewan mengangarkan untuk perbaikan jalan di daerah kami," kata Isnan warga Desa Batu Sasak kepada okezone, Selasa (15/11/20111).
"Apalagi sekarang musim hujan, daerah kami sulit dilalui, jangankan kendaraan roda empat, motor saja sulit lewan karena jalan becek dan berlubang. Akibatnya sembako naik, bayangkan saja, biasanya beras 1 kilogram saja Rp6 ribu kini mencapai Rp25 ribu perkilonya" tambah Adi.
Adapun sejumlah jalan yang rusak diantarnya jalan dari Lubuk Agung ke Lipat Kain, Batu Sasak, Tanjung Karang dan lainya. Dimana jalan ini bisa menghubungkan Riau dengan Sumbar.
Sementara di ruang Komisi C DPRD Riau dilakukan hearing mengenai tuntutan 14 warga desa tersebut. " Jalan Kampar Kiri Hulu suda kita masukan dalam program multi year tahun depan, jadi kita minta warga bersabar. Kita mengerti tuntutan kalian. Kita siap perjuangkan perbaikan jalan" janji Ketua Komisi C Novywaldi Yusuf.
(Carolina Christina)