CIREBON- Korban kelima kecelakaan KA Argo Jati dengan minibus Suzuki APV bernopol B 1159 TOD, Burhanudin (23), akhirnya ditemukan. Korban ditemukan di Sungai Kumpulkwista, Desa Jagapura, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon.
Tim SAR menemukan jenazah Burhanudin sekira 10 kilometer dari jembatan KA yang menjadi tempat kejadian perkara sekira pukul 12.30 WIB. Temuan jenazah tersebut membuktikan Burhanudin, staf Cooperate and Placement (CnP) Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Cirebon, ikut dalam rombongan korban tewas lain yang telah ditemukan pascakejadian, Selasa 15 November lalu.
Burhanudin sebelumnya sempat diragukan turut serta rombongan, namun pihak keluarga telah memastikan jenazah tersebut merupakan Burhanudin, warga Desa Babadan, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu.
Kapolsek Kaliwedi AKP Muslich membenarkan penemuan jenazah tersebut. Jenazah ditemukan tim SAR bersama Kepolisian dan masyarakat di Sungai Kumpulkwista, tepatnya di Desa Jagapura.
“Kami sudah melakukan identifikasi terhadap jenazah tersebut,” kata Muslich, Jumat (18/11/2011).
Terpisah, Ketua LP3I Aris Armunanto menyebutkan, saat ditemukan dua telepon seluler Burhanudin berada dalam saku celana yang dikenakannya. Selain jenazah, saat dievakuasi ditemukan pula sepatu sebelah kanan yang diduga kuat milik Burhanudin.
“Keluarga sudah memastikan jenazah itu Burhanudin,” kata Aris saat dihubungi terpisah.
Temuan jenazah Burhanudin, diakui Aris melegakan pihak kampus. Dengan begitu, pihaknya tidak lagi merasa diombang-ambing dengan perasaan tak menentu atas kondisi salah seorang stafnya.
Dia meminta Pemda maupun PT KA untuk membuat palang pintu pada setiap perlintasan KA agar kejadian serupa tak terulang. Permintaan serupa diungkapkan warga sekitar, Su’eb (53), yang menyebutkan tak sedikit kecelakaan terjadi di perlintasan KA tanpa palang pintu.
“Biasanya perlintasan tanpa palang pintu berada di towang atau daerah persawahan. Situasi jalan yang sepi kadang membuat pengendara tidak melihat KA di kejauhan,” tutur dia.
Polres Cirebon mencatat ada 13 titik lokasi desa yakni Guwa Lor dan Guwa Kidul di Kecamatan Kaliwedi, Suci-Mundu Mesigit-Citemu di Kecamatan Mundu, Astana Mukti 1-Astana Mukti 2-Kalibangka-Getrakmoyan Barat-Getrakmoyan Timur di Kecamatan Pangenan, Buntet di Kecamatan Astanajapura, serta Pabedilan Kaler dan Pabedilan Kidul di Kecamatan Pabedilan. Data tersebut didasarkan pemetaan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2011.
(Kemas Irawan Nurrachman)