JAKARTA – Mabes Polri masih melakukan penyelidikan terkait isu penganiayaan yang diduga dilakukan anggota Polantas terhadap Dani Polanunu (17) di Jalan Sultan Babullah, Ambon, Jumat malam.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Saut Usman Nasution membantah ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Siapa bilang ada yang tewas, yang jelas tim di lapangan masih melakukan pengembangan,” kata Irjen Saut Usman saat dihubungi okezone, Sabtu (19/11/2011).
Dia tidak menjelaskan secara rinci kronologis persitiwa tersebut. Menurutnya, polisi masih mencari informasi dari berbagai pihak. “Masih mengumpulkan informasi, mudah-mudahan tidak melebar,” jelasnya.
Hingga kini, jelas Saut, situasi di Kota Ambon sudah mulai kondusif, konsentrasi massa tidak lagi terlihat. Masyarakat sudah menjalankan aktifitasnya seperti biasa.
Seperti diketahui, peristiwa berawal dari terlukanya seorang pemuda bernama Dani Polanunu (17), yang disebabkan oleh tindakan anggota Polantas, Jumat malam kemarin.
Saat itu, Dani sedang mengendarai sepeda motor RX King dari arah Talake. Karena suara knalpot terlampau keras, anggota Polantas yang berada di jalan Sultan Babullah, marah dan memukul Dani dengan pentungan.
Tidak hanya itu, anggota polisi itu juga melempar kayu panjang dan masuk ke pelek motor. Akibatnya motor terjungkal, Dani pun terjatuh hingga kepalanya mengenai trotoar.
Dani tak sadarkan diri, warga yang berada di lokasi membawa Dani ke Rumah Sakit RSU Dr. Haulussy Kudamati Ambon Kudamati, Ambon. Dalam pemeriksaan Dani mengalami patah tulang pada bahu kanan dan pendarahan dalam otak.
Warga yang tidak terima dengan tindakan polisi, melakukan aksi balas dendam, dan pada pukul 23.00 Wit sempat terjadi konsentrasi massa.
(Amril Amarullah)