Istana: Pangkalan Militer AS di Aussie Tak Terkait Papua

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis
Senin 21 November 2011 12:38 WIB
Jubir Presiden Julian Aldrin Pasha (okezone)
Share :

JAKARTA – Penempatan sekira 2500 personel marinir Amerika Serikat (AS) di Darwin, Australia patut dipertanyakan. Apalagi, ada dugaan AS punya  kepentingan dengan dimensi politik meningkat di Papua.

Ditambah lagi, tuntutan masyarakat atas rasa keadilan yang selama ini tidak dirasakan, terutama bagi masyarkat setempat, Papua, oleh PT Freeport.

Menanggapi itu, Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari dibangunnya pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Darwin, Australia.

"Pangkalan memang ada penempatan militer AS di Darwin. Obama pastikan tidak perlu khawatir. Kehadiran itu tidak ditujukan untuk kawasan Asia Tenggara. Dan tidak berhubungan dengan dimensi politik meningkat di Papua," kata Julian di Gedung Binagraha, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2011).

Ia menambahkan bahwa tujuan dibangunnya pangkalan militer tersebut adalah upaya kerja sama penanganan bencana. Seperti contohnya, banjir besar di Thailand.

"Maka, perlu diperkuat satuan tugas untuk penanganan bencana. Kalau berjalan lancar, pada 2012 akan ada suatu upaya melibatkan pasukan asing dalam membantu satgas penanganan bencana," tukasnya.

Pangkalan militer dinilai dapat mengancam stabilitas keamanan kawasan. Selain itu,  diduga pangkalan itu ada  kepentingan Amerika Serikat atas basis sumberdaya mereka di Freeport yang digoyang dengan tuntutan masyarakat atas rasa keadilan yang selama ini tidak dirasakan, terutama bagi masyarkat setempat, Papua.

(Amril Amarullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya