NUSA DUA - Pemerintah Sudan Selatan melalui Menteri Lingkungan Hidup William Garzing mengaku ingin belajar banyak dari Pemerintah Indonesia dalam hal penanganan lingkungan. Hal itu dikatakan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI Balthasar Kambuaya di Bali Nusa Dua Convention Centre, Rabu (23/11/2011).
"Dia bicara banyak ingin belajar banyak dari Indonesia mengenai penanganan lingkungan," ujar Kambuaya.
Tak hanya itu, lanjut Kambuaya, William juga banyak bicara mengenai Sudan Selatan yang sudah berjuang hampir 50 tahun lebih dan baru merdeka sekira 100 hari lalu.
"Kemudian dia turun ke Indonesia dan sangat terkesan sekali melihat Bali dan lingkungan kita. Dan dia ingin belajar dari kita cara menangani masalah lingkungan di Indonesia. Dia senang sekali bagaimana pohon-pohon di sekitar hotel dan jalan yang dia lewati di Bali itu berbeda sekali dengan di negaranya," papar mantan Rektor Universitas Cenderawasih ini.
Dalam pertemuan tersebut, Kambuaya menjelaskan bagaimana Indonesia melakukan gerakan massal dalam upaya penanganan lingkungan. Salah satunya adalah pencanangan sejuta pohon di berbagai daerah.
"Kita mulai gerakan anak-anak kita dari SD hingga seluruh masyarakat itu terlibat dalam proses itu," katanya.
Kambuaya menyarankan agar Sudan Selatan menjalin hubungan diplomatik dengan Indonesia, sehingga bisa mereka bisa membangun kantor perwakilan di Jakarta. Dengan demikian, berbagai kerjasama kedua negara bisa dilakukan.
"Saya sarankan melakukan metode negosiasi diplomatik. Supaya kedutaan Sudan Selatan berada di Jakarta. Sesudah itu baru dilakukan hal–hal lain. Kita ingin menjelaskan kebijakan-kebijakan yang dilakukan di Indonesia terkait penanganan-penanganan itu," tuturnya.
Tak hanya soal lingkungan, pemerintah Sudan Selatan juga ingin melakukan kerjasama terkait pertukaran pelajar di antara kedua negara. Hal ini agar banyak pelajar Sudan Selatan yang belajar ke Indonesia.
"Kemudian dalam pengembangan capacity building. Dia ingin orang–orang dari Sudan bisa dikirim ke Indonesia untuk belajar. Saya jelaskan perguruan tinggi di Indonesia seperti ITB dan IPB dengan kualitas perguruan tinggi yang bagus. Dan dia ingin mengkampanyekan hal ini kepada masyarakatnya di Sudan Selatan," tandasnya.
(Insaf Albert Tarigan)