Program Revolusi KAI di NTT Berjalan Baik

Catur Nugroho Saputra, Jurnalis
Rabu 23 November 2011 05:32 WIB
Ilustrasi
Share :

KUPANG - Program revolusi Kematian Anak Ibu (KAI) untuk mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) saat melahirkan di Propinsi Nusa Tenggara Timur  mulai berjalan baik.

"Di kecamatan saya, revolusi KAI yang dicanangkan Gubernur sudah berjalan baik, disini terdapat 500 ibu hamil," kata Camat Kualiyin Simon.O G Manu kepada wartawan, di Desa Batu Putih, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/11/2011).

Menurut Simon semua ibu hamil di kecamatan ini, mendapatkan pengawasan dari petugas medis yang ada. "Petugas medis ada 12 orang perawat dan 2 orang dokter yang siap melayani,"paparnya.

Untuk mempermudah dalam pengawasan, setiap rumah yang di dalamnya terdapat ibu hamil dipasang bendera tiga warna sesuai usia kandungan.

"Semester pertama, warna hijau untuk usia kandungan nol sampai tiga bulan. Semester kedua, warna kuning usia empat sampai enam bulan dan semester tiga untuk usia kandungan tujuh sampai sembilan bulan,"jelasnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua PKK Propinsi NTT, Lusia Adinda Lebu Raya. Dia mengatakan semua ibu hamil yang ikut didalam revolusi KAI dapat langsung diawasi Kepala Dinas Kesehatan.

"Setiap ada ibu hamil maka akan ada peringatan ke Kepala Dinas Kesehatan,"paparnya.

Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), AKI sebesar 306/100.000 kelahiran hidup dan AKB 57/1000 kelahiran hidup di Provinsi NTT. Angka tersebut lebih tinggi dibanding angka AKI dan AKB nasional.

AKI nasional sebesar 228/100.000 kelahiran hidup dan AKB 34/1000 kelahiran hidup, oleh karena itu NTT mendapatkan perhatian khusus. (tri)

(Ahmad Dani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya