JAKARTA - Pengelola Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta akan menambah loket penjualan tiket untuk menghindari kisruh antrean suporter.
Apalagi, saat final sepakbola Indonesia kontra Malaysia di SEA Games, tiga suporter Garuda Muda yaitu Reno Soeharto Alpino Arena (20) dan Aprilianto Eko Wicaksono (14) tewas karena berdesak-desakan.
"Rencananya ke depan kami akan memanbah 5 titik penjualan tiket dan menambah fisik bangunan," ujar Kepala Yayasan GBK, Tubagi saat ditemui wartawan, usai melakukan evaluasi pertandingan final bersama Polda Metro Jaya, Kamis (24/11/2011).
Menurutnya lima loket baru akan ditempatkan di sekitar GBK dengan memperhitungkan letak dan faktor keamanan. "Sama seperti bangunan sekarang yang sudah permanen," paparnya.
Dia menambahkan, pihak GBK akan berkoordinasi terkait penjualan tiket pertandingan sepakbola yang bakal digelar di Senayan. "Nantinya kami akan sampaikan kapasitas, jadi bisa ada beberapa titik temu,"terangnya.
Sebelumnya, pemicu kerusuhan yang terjadi di Stadion Gelora Bung Karno (SGBK) diduga dipicu ketidakberesan penjualan iket.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Pol) Baharuddin Djafar mengatakan tiket masuk adalah salah satu bahan yang perlu di evaluasi dan diperhatikan.
"Penjualan tiket mesti diperhatikan juga dan mesti dibenahi, itu yang akan menjadi bahan evaluasi berikut. Kita lihat di mana masalah-masalahnya," jelasnya. (ctr)
(Ferdinan)